Image

Pengadilan di Prancis Larang Orangtua Beri Nama Anak Laki-Lakinya "Jihad"

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 15:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 17 18 1887630 pengadilan-di-prancis-larang-orangtua-beri-nama-anak-laki-lakinya-jihad-B95UG2Mec9.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

TOULOUSE - Pengadilan di Toulouse, Prancis memutuskan bahwa orangtua dari seorang bayi laki-laki tidak boleh menamai anak mereka “Jihad” karena dinilai akan menjadi nama yang “tidak menguntungkan bagi sang anak.” Media Prancis melaporkan bahwa pengadilan memerintahkan huruf vokal dari nama “Jihad” letaknya dipindahkan menjadi “Jahid” sebagaimana diperbolehkan oleh hukum sipil Prancis.

Insiden ini tampaknya bermula dari kesalahpahaman umum bahwa kata 'Jihad' diterjemahkan sebagai “perang suci” dalam bahasa Arab, padahal sebenarnya berarti “perjuangan” atau “usaha.” Namun, karena sejumlah serangan teroris yang terjadi di Prancis dalam beberapa tahun terakhir, istilah itu dianggap tidak menguntungkan bagi kepentingan si anak.

BACA JUGA: Namai Bayinya 'Jihad', Pasangan Muslim Prancis Dilaporkan ke Polisi

Diwartakan RT, Selasa (17/4/2018), ini bukan pertama kalinya pengadilan Prancis memerintahkan nama seorang bayi diubah menjadi sedemikian rupa. Pada 2016, di Kota Roubaix sebelah utara Prancis, seorang anak juga diganti namanya dari “Jihad” menjadi “Jahid”, sementara pada 2013, beberapa waktu sebelum serangan teror di Paris terjadi, seorang ibu yang mengirim anaknya yang bernama Jihad ke sekolah dengan mengenakan sweater bertuliskan “saya bom” dan “lahir pada 11 September” dijatuhi hukuman percobaan.

Keputusan pengadilan mengenai nama tidak terbatas pada nama-nama berbahasa Arab saja. Pada 2009 pengadilan Prancis menolak memberikan izin kepada orangtua yang ingin menamai anak mereka dengan nama Nutella. Di tahun yang sama pengadilan di Kota Raismes juga tidak memperbolehkan pasangan orangtua untuk memberi putri mereka nama Fraise yang berarti stroberi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini