nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu Rusia Sebut Kepercayaan terhadap AS Menipis

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 13:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 17 18 1887638 menlu-rusia-sebut-kepercayaan-terhadap-as-menipis-21pYP1eGb0.JPG Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (Foto: Remo Casilli/Reuters)

MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengatakan, Negeri Beruang Merah hampir kehilangan seluruh kepercayaan terhadap Amerika Serikat (AS). Klaim serangan kimia di Suriah dan kasus peracunan terhadap Sergei Skripal di Inggris menjadi penyebab menurunnya kepercayaan tersebut.

“Anda mengatakan tidak ada kepercayaan, maksud Anda, hilang sama sekali, antara Rusia dengan AS saat ini?” ujar Sergey Lavrov dalam sebuah wawancara dengan media Inggris, BBC, dinukil dari Russia Today, Selasa (17/4/2018).

“Saya katakan, kita kehilangan sebagian besar kepercayaan, yang mana tidak berarti sepenuhnya hilang,” imbuhnya.

Bak Kota Mati, Begini Kondisi Bangunan di Kota Douma Ghouta Timur Suriah

(Kondisi Douma, Suriah, bak kota mati. Foto: Reuters)

Pria berkacamata itu mengatakan bahwa hubungan antara Rusia dengan AS jauh lebih buruk dibandingkan pada masa Perang Dingin. Menurutnya, pada masa Perang Dingin masih ada beberapa saluran komunikasi yang terjalin dan tidak ada ‘Russophobia’.

“Kami tidak menerima klaim negara-negara Barat bahwa serangan ke Suriah menargetkan fasilitas senjata kimia dan tidak mendorong terjadinya perubahan rezim di sana. Anda berbicara, kami menginginkan fakta,” kata Sergey Lavrov.

BACA JUGA: Lavrov: Rusia Tidak Hilangkan Bukti di Lokasi Serangan Senjata Kimia Suriah

BACA JUGA: Koalisi AS Tembakkan 100 Rudal Penjelajah ke Suriah

Pria berusia 68 tahun itu menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya kontak militer langsung antara Rusia dengan AS di Suriah sangat kecil. Lavrov menuduh klaim adanya serangan senjata kimia di Douma pada 7 April lalu adalah kebohongan karena hanya berdasarkan laporan di media serta media sosial.

Ia menambahkan, pemerintah Rusia akan mengizinkan tim pemeriksa senjata kimia untuk mengunjungi lokasi di Douma pada Rabu 18 April. Tim dari badan pengawas senjata kimia PBB, OPCW, sebenarnya sudah tiba di Suriah sejak Sabtu 14 April tetapi tidak diperkenankan masuk ke Douma.

“Saya dapat menjamin bahwa Rusia tidak merusak lokasi itu. Anda mengutip para pemimpin Prancis, Inggris, dan AS. Sejujurnya, semua bukti yang mereka kutip berdasarkan pada laporan media dan di media sosial,” ucap Sergey Lavrov.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini