nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Myanmar Akan Bebaskan Lebih dari 8.000 Tahanan Melalui Amnesti Tahun Baru

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 17:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 18 1887712 myanmar-akan-bebaskan-lebih-dari-8-000-tahanan-politik-melalui-amnesti-tahun-baru-c8nMNCndrF.jpg Presiden Myanmar Win Myint. (Foto: Reuters)

YANGON – Presiden baru Myanmar mengatakan akan membebaskan lebih dari 8.000 tahanan melalui pemberian amnesti. Langkah tersebut diharapkan dapat membawa bantuan kemanusiaan di tengah reformasi politik Myanmar setelah berada di bawah pemerintahan militer selama beberapa dekade.

Pengampunan presiden yang ditandatangani oleh Presiden Win Myint menyatakan bahwa langkah pemberian amnesti tersebut bertujuan untuk membawa perdamaian sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Myanmar. Tidak dijelaskan kapan pengampunan itu akan diberikan.

“Untuk membawa kedamaian dan kegembiraan di hati orang-orang, dan demi dukungan kemanusiaan, 8.490 tahanan dari penjara masing-masing akan diberikan pengampunan,” demikian isi pernyataan dari Kantor Kepresidenan Myanmar yang dikutip Reuters, Selasa (17/4/2018).

Dua reporter Reuters yang dipenjara oleh Pemerintah Myanmar tidak termasuk di antara para tahanan yang akan diberikan pengampunan. Juru Bicara Departemen Penjara Myanmar mengatakan, hal itu dikarenakan proses hukum keduanya masih berjalan.

BACA JUGA: Protes Penahanan Kolega, Jurnalis di Myanmar Diminta Kenakan Pakaian Berwarna Hitam

Reporter Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo telah dipenjara oleh Pemerintah Myanmar sejak 12 Desember setelah menyelidiki pembunuhan 10 warga Muslim Rohingya di Rakhine. Keduanya terancam didakwa dengan Undang-undang Rahasia Pemerintah dengan masa hukuman maksimal 14 tahun penjara.

Jurnalis Reuters Kyaw Soe Oo dibawa ke persidangan di Yangon. (Foto: Reuters)

Juru Bicara Pemerintah Myanmar, Zaw Htay mengatakan, lebih dari 6.000 tahanan yang didakwa atas kejahatan terkait obat terlarang akan termasuk di dalam tahanan yang diampuni. Selain mereka, hampir 2.000 anggota kepolisian dan militer yang dipenjara di bawah Undang-undang Militer atau Undang-undang Disiplin Militer juga akan dimasukkan ke dalam amnesti.

BACA JUGA: Presiden Myanmar Bebaskan 83 Tahanan Politik

Htay juga mengatakan bahwa 36 tahanan yang masuk dalam daftar kelompok pengawas Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik ’(AAPP), juga termasuk dalam amnesti.

"Kami mengajukan daftar 44 tahanan politik dan sekarang 36 orang dibebaskan. Amnesti ini adalah kabar baik dan kami menyambut dan mendukungnya," kata perwakilan AAPP Myanmar Aung Myo Kyaw.

"Tapi seharusnya tidak ada satu pun tahanan politik di negara demokratis," katanya. "Akan lebih baik jika tahanan politik yang tersisa dan juga mereka yang masih menghadapi tuduhan diampuni."

Jurnalis Reuters Wa Lone ditahan Pemerintah Myanmar terkait penyelidikan pembunuhan 10 warga Muslim Rohingya. (Foto: Reuters).

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Myanmar telah membebaskan ratusan tahanan politik, termasuk puluhan tahanan yang dibebaskan pada April 2016, beberapa hari setelah partai Aung San Suu Kyi berkuasa.

Suu Kyi, yang menghabiskan bertahun-tahun dalam tahanan rumah, mengatakan bahwa melepaskan tahanan politik yang tersisa adalah prioritas utama.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini