nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jepang Ingin Bantu China Sukseskan Revolusi Toilet

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 18:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 18 1887809 jepang-ingin-bantu-china-sukseskan-revolusi-toilet-dmp8tRI57W.jpg Salah satu toilet hasil perbaikan di Nantong, China (Foto: AFP)

TOKYO – Jepang menawarkan bantuan kepada China untuk menyukseskan program Revolusi Toilet. Program tersebut pertama kali diluncurkan oleh Presiden China Xi Jinping pada 2015.

Negeri Sakura berharap tawaran bantuan revolusi toilet itu dapat meningkatkan hubungan diplomatik dengan Negeri Tirai Bambu. Jepang dan China pada 2018 ini merayakan 40 tahun terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara yang ditandai dengan pakta kemitraan.

Melansir dari Nikkei Asian Review, Selasa (17/4/2018), Kementerian Luar Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kementerian Perekonomian, Perdagangan, dan Industri Jepang tengah menggodok tawaran tersebut. Ketiga kementerian itu saling bekerja sama mencari ide dari perusahaan swasta untuk terlibat dalam pemberian bantuan.

BACA JUGA: Presiden Xi Jinping Minta Revolusi Toilet di China Dilanjutkan

Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Jepang di Beijing sudah membahas proyek bantuan tersebut bersama dengan pemerintah China. Hasilnya, sekelompok peneliti dari Jepang akan dikirim ke wilayah-wilayah pedesaan untuk melakukan studi menentukan kebutuhan masyarakat setempat.

Secara spesifik, Jepang berencana menawarkan bantuan teknologi untuk meningkatkan fasilitas di wilayah-wilayah pedesaan serta edukasi mengenai pentingnya sanitasi bagi warga lokal. Sebab, sebagian besar toilet umum di China tidak dilengkapi dengan mekanisme pembuangan yang baik serta di wilayah pedesaan bahkan tidak ada bilik untuk menutupi tempat buang hajat.

Tawaran bantuan serupa juga diberikan oleh Jepang ke India dan sejumlah negara berkembang di Asia Tenggara. Di China, Negeri Sakura berencana untuk menyediakan toilet yang menggunakan air hasil daur ulang untuk menyiram kotoran.

Pada November 2017, Badan Pariwisata Nasional China mengumumkan rencana membangun dan meningkatkan fasilitas di 64 ribu toilet. Rencana yang dilakukan pada 2018-2020 itu merupakan bagian dari ‘Advance the Toilet Revolution Steadily’.

Namun, pada Januari lalu badan pariwisata meminta pejabat-pejabat lokal untuk menghentikan pembangunan toilet yang menelan dana berlebihan. Ambil contoh proyek pengerjaan toilet di Chongqing yang menghabiskan dana hingga 1 juta yuan (setara Rp2,1 milyar).

“Kami tidak butuh setiap pemerintah daerah berusaha untuk mengalahkan satu sama lain dengan memasang toilet bintang lima,” ujar Direktur Badan Pariwisata China, Li Jinzao, mengutip dari The Guardian.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini