nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Faktor Maraknya Miras Oplosan, dari Kurangnya Pengawasan hingga Tak Ada Efek Jera

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 06:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 337 1887539 3-faktor-maraknya-miras-oplosan-dari-kurangnya-pengawasan-hingga-tak-ada-efek-jera-gq8zIAfVvp.jpg Pemusnahan botol miras oplosan (Foto: Antara)

JAKARTA – Belakangan ini peredaran minuman keras (miras) oplosan menjadi perbincangan lantaran telah membuat puluhan orang di Jabodetabek dan Jawa Barat meregang nyawa.

Terkait hal itu, pengamat sosial dari Universitas Indonesia (UI), Rissalwan Habdy Lubis menilai, saat ini terdapat tiga faktor mempengaruhi masyarakat tetap mengonsumsi miras.

“Saya kira paling tidak terdapat 3 faktor,” ujar Rissalwan kepada Okezone, Selasa (16/4/2018).

Ia melanjutkan, faktor pertama yaitu mengenai karakteristik seseorang dan juga faktor keluarga yang bisa menjadi pemicu seseorang mengonsumsi miras.

“Bisa saja karena stres atau orangtua abai kepada anak atau broken home. Oplosan itu kemudian dibuat untuk memperkuat efeknya atau sekadar coba-coba,” ucapnya.

Rissalwan mengatakan, faktor kedua yaitu masih lemahnya kontrol sosial. Peran pemimpin informal yang masih belum maksimal dan juga masih banyak masyarakat yang tidak peduli terhadap lingkungannya.

“Sehingga masih banyak ‘blank spot’ untuk nongkrong untuk mengonsumsi miras dimungkinkan,” tutur dia.

Terakhir, Rissalwan melihat masih belum adanya efek yang jera terhadap penjual minuman keras sehingga masih banyaknya yang tetap mengedarkan minuman tersebut.

“Masih belum meluasnya penegakan hukum yang membuat efek jera. Saya kira pihak kepolisian perlu lebih diintensifkan lagi,” katanya.

(Baca Juga: Pengamat: Pemberantasan Miras dan Narkoba Harus Melibatkan Semua Pihak)

Meski begitu, Rissalwan melihat peran masyarakat juga sangat diperlukan dalam menjaga peredaran miras ini guna mencegah masyarakat tetap mengonsumsinya.

“Masyarakat juga perlu saling menjaga dan mengingatkan agar tidak perlu ada lagi konsumsi miras oplosan yang membahayakan ini,” tandasnya.

(Baca Juga: Wakapolri Ultimatum Anak Buah Selesaikan Masalah Miras Oplosan Sebelum Ramadan)

 

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini