Image

Demokrat dan PAN Dinilai Berpeluang Besar Gabung Koalisi Pendukung Jokowi

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 06:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 17 337 1887540 demokrat-dan-pan-dinilai-berpeluang-besar-gabung-koalisi-pendukung-jokowi-AKNS1EW8dH.jpg Presiden Jokowi (Foto: Antara)

JAKARTA – Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai sangat besar kemungkinan partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) akan bergabung dengan koalisi partai pendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

“Sangat besar. Politik itu sifatnya pragmatis. Jika arah anginnya Jokowi diprediksi menang, Demokrat dan PAN akan merapat,” kata Ujang saat berbincang dengan Okezone, Selasa (17/4/2018).

Meskipun memang saat ini PAN merupakan bagian dari partai koalisi Jokowi, Ujang menilai posisi partai besutan Zulhas tersebut masih berada di ambang kebingungan, antara ikut kembali dengan koalisi calon petahana atau ikut kepada koalisi Prabowo.

“Karena PAN main di tengah bisa ke Jokowi dan ke Prabowo,” terang Ujang.

Sementara, sambung Ujang, untuk Partai Demokrat saat ini masih melihat peta kekuatan di Pemilu 2019. Ia menilai Demokrat diprediksi gabung ke koalisi pendukung Jokowi karena besarnya kemungkinan mantan Gubernur DKI Jakarta itu kembali terpilih menjadi presiden.

“Dan Demokrat sedang melihat arah angin. Demokrat bisa saja masuk koalisi Jokowi,” ucapnya.

Diketahui, sikap PAN dan Demokrat masih mengambang dalam menentukan sikap di Pilpres 2019. Hingga kini, kedua partai itu belum memberikan sinyal dukungan apa pun, baik kepada Jokowi dan Prabowo yang sudah deklarasi maju Pilpres 2019.

(Baca Juga: Golkar Sambut Baik bila Demokrat dan PAN Gabung Koalisi Pendukung Jokowi)

Sementara itu, pada Pilpres 2019, Nasdem, PDIP, Golkar, Hanura, PPP dan Perindo sudah menyatakan dukungannya kepada Jokowi untuk kembali maju di Pilpres 2019.

Belakangan, partai lainnya seperti PKPI dan PKB juga sudah menyatakan mendukung Jokowi. Namun, dalam dukungannya itu, PKB mensyaratkan Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres pendamping Jokowi.

(Baca Juga: Survei Median, Jokowi Raih Elektabilitas 36,2% Ungguli Prabowo yang Hanya 20,4%)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini