nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rencana Pernikahan 2 Remaja SMP Dinilai Terkait dengan Gagalnya Fungsi Keluarga

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 07:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 337 1887541 rencana-pernikahan-2-remaja-smp-dinilai-terkait-dengan-gagalnya-fungsi-keluarga-D4mTspS3XC.jpg ilustrasi pernikahan (okezone)

JAKARTA – Sepasangan kekasih yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang ingin mendaftar pernikahan ke KUA, menghebohkan publik.

Melihat hal itu, pengamat sosial dari Universitas Indonesia (UI), Rissalwan Habdy Lubis mengatakan terdapatnya fenomena itu merupakan sebuah bentuk gagal fungsi keluarga terutama orang tua.

“Saya kira ini terkait dengan gagalnya fungsi keluarga, substansi pengaturan dalam UU Perlindungan Anak dan UU Perkawinan kan menjadikan keluarga sebagai sumber perlindungan utama bagi anak,” papar Rissalwan kepada Okezone, Selasa (17/4/2018).

Rissalwan melanjutkan, apabila anak yang ingin menikah kemungkinan besar motivasinya adalah dorongan biologis semata yang hanya ingin dilegalkan. Akan tetapi, pernikahan tersebut tidaklah bisa dilaksanakan bila masih di bawah umur.

“Hal ini tidak bisa diterima karena anak belum mempunyai kemampuan mengelola dirinya sendiri. Jadi, pernikahan di bawah umur tidak dapat dibenarkan,” tegas dia.

Oleh sebab itu, ia menilai faktor orang tua harus menjadi sumber pengetahuan dan perlindungan agar anak tidak terjerumus pada godaan biologis yang berlebihan.

“Seharusnya orang tua menjadi sumber pengetahuan agar anaknya tidak terjerumus terhadap godaan biologis berlebihan,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, Humas Kantor Kementerian Agama Bantaeng Mahdi Bakri membenarkan adanya pernikahan pasangan remaja SMP. Mereka masih duduk di kelas VIII.

"Iya memang benar adanya pernikahan tersebut. Akan tetapi diadakan bimbingan pernikahan oleh Kemenag Bantaeng," jelas Mahdi saat dikonfirmasi.

Bimbingan pernikahan atau perkawinan tersebut dilaksanakan selama satu hari. Pernikahan tersebut dimulai sejak pagi hingga siang hari.

Pernikahan tersebut kemudian dipandu lansung oleh empat materi secara berturut-turut. Keempatnya yakni Ustaz Hamring Nawawi, Ustaz Aziz Lallo, Ustaz Aziz dan H. Syarif Hidayat.

(Baca Juga: Heboh Remaja SMP Nikah di Sulsel, Masyarakat Perlu Diedukasi Mengenai Dampak Pernikahan Dini)

Pasangan remaja yang belakangan diketahui berusia 15 tahun dan 14 tahun mengajukan permohonan pernikahan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantaeng, namun sempat ditolak karena alasan usia.

Tak menyerah, pasangan yang ingin segera menikah tersebut terus berusaha hingga membuat pihak keluarga kedua calon mempelai itu mengajukan permohonan dispensasi kepada pihak Pengadilan Agama Kecamatan Bantaeng dan kemudian dikabulkan.

(Baca Juga: Kemensos Sayangkan Rencana Pernikahan Remaja SMP di Sulsel)

 

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini