nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Sekjen Kemendagri Pasrah Namanya Sering Disebut di Persidangan Korupsi E-KTP

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 10:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 337 1887592 eks-sekjen-kemendagri-pasrah-namanya-sering-disebut-di-persidangan-korupsi-e-ktp-bSpg8pyy0I.jpg

JAKARTA - Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementeriaan Dalam Negeri (Kemendagri), Diah Anggraeni pasrah namanya selalu disebut dalam persidangan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP. Diah disebut sebagai pihak yang turut kebagian uang panas proyek e-KTP.

"Gapapah. Gapapah," singk‎at Diah saat dikonfirmasi terkait namanya yang sering muncul dalam persidangan perkara korupsi e-KTP, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).

Pantauan di lapangan, Diah hadir memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik KPK sekira pukul 08.45 WIB.‎ Diah datang dengan mengenakan kemeja merah maroon dengan didampingi seorang ajudannya.

 (Baca Juga: Setya Novanto Sembunyikan Nama-Nama Anggota DPR Penerima Uang E-KTP di Buku Kecilnya)

Nama Diah Anggraeni sendiri‎ sering disebut dalam persidangan e-KTP. Awalnya, dalam dakwaan dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, Diah disebut kecipratan uang panas sebesar USD2,7 Juta dan Rp22,5 Juta dari proyek e-KTP.

 

Bahkan, Diah sempat mengakui menerima uang sebesar USD500 ribu, namun duit tersebut sudah dikembalikan ke KPK. Uang USD500 ribu itu diterima Diah dengan rincian dari mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman senilai USD300 ribu dan dari pengusaha pengatur tender proyek e-KTP, sejumlah USD200 ribu.

Kemudian, nama Diah kembali muncul dalam persidangan untuk terdakwa Andi Narogong dan juga terdakwa Setya Novanto. Diah disebut sebagai pihak yang diduga secara bersama-sama melakukan korupsi proyek e-KTP.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Delapan orang tersebut yakni, Irman; Sugiharto; Andi Agustinus alias Andi Narogong; Markus Nari; Anang Sugiana Sudihardjo; Setya Novanto; Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

 (Baca Juga: Cerita Setya Novanto Pasrah Ditinggal Penyidik saat Gempa Guncang Jakarta)

Dalam kasus ini, dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sudah divonis terbukti bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Kemudian, untuk Setya Novanto ‎dan Anang Sugiana Sudihardjo masih dalam proses persidangan.

Sementara itu, Markus Nari, Irvanto Hendra Pambudi, dan Made Oka Masagung masih dalam proses penyidikan di KPK. Kedelapan orang itu diduga secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini