Image

KPK Panggil Para Pengusaha untuk Penyidikan Anak Buah Zumi Zola

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 11:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 17 337 1887625 kpk-panggil-para-pengusaha-untuk-penyidikan-anak-buah-zumi-zola-Gm9qzhSGPV.jpg Ilustrasi Gedung KPK (Foto: Okezone)

JAKARTA - ‎Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil sejumlah pengusaha terkait kasus dugaan penerimaan gratifikasi yang menyeret Gubernur non-aktif Jambi, Zumi Zola.

Kali ini, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap para pengusaha untuk proses penyidikan ‎anak buah Zumi Zola, Arfan, yang merupakan Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi. Para pengusaha ini akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

 (Baca: Zumi Zola Pasrah Bila Ditahan KPK)

Adapun, sejumlah pengusaha yang dijadwalkan diperiksa‎ pada hari ini yakni, Direktur PT Mitra Bangun Andalas, Ari Azhar; Direktur PT Fadli Satria Jepara, Edi Zulkarnain; Direktur Utama PT Wahyu Perdana Persada, Wahyu Yani.

Kemudian, Direktur Utama PT Sumber Swarnusa, Joe Fandy alias Asiang; Direktur PT Chalik ‎Suleiman Bersaudara, Ali Tonang alias Ahui; serta seorang swasta, Suci.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARN (Arfan)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (17/4/2018).

‎Sebelumnya, penyidik lembaga antirasuah juga telah memeriksa sejumlah pengusaha untuk penyidikan Gubernur non-aktif Jambi, Zumi Zola. Febri menjelaskan, pemeriksaan sejumlah pengusaha itu untuk mendalami gratifikasi Zumi Zola.

"Dalam pemeriksaan terhadap sejumlah saksi beberapa hari ini, KPK mendalami pengetahuan saksi-saksi tentang dugaan pemberian gratifikasi terhadap ZZ (Zumi Zola)," terang Febri.

 

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Zumi Zola sebagai tersangka penerima gratifikasi terkait ‎sejumlah proyek di Provinsi Jambi. Gubernur non-aktif Jambi tersebut ditetapkan bersama dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Jambi, Arfan.

Dua pejabat di Provinsi Jambi itu ditetapkan tersangka oleh KPK berdasarkan hasil pengembangan penanganan perkara dugaan suap pengesahan RAPBD Jambi, tahun 2018. Zumi Zola diduga menerima gratifikasi hingga Rp6 miliar.

Atas perbuatannya, kedua tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini