Image

Ombudsman Temukan Maladministrasi oleh Kemenag dan Kemenpar di Kasus PT Abu Tours

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 13:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 337 1887676 ombudsman-temukan-maladministrasi-oleh-kemenag-dan-kemenpar-di-kasus-pt-abu-tours-jvOghM3TZR.jpg Kantor PT Abu Tours cabang Riau diberi garis polisi. Foto Antara/Rony Muharman

JAKARTA - ‎Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menemukan pelanggaran administrasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) dalam kasus penipuan pemberangkatan umrah oleh PT Amanah Bersama Umat Tours (Abu Tours).

Penemuan itu terungkap setelah Ombudsman melakukan serangkaian pemeriksaan terkait kasus itu.

"Dari pemeriksaan tersebut, Ombudsman menemukan ada empat maladministrasi yang dilakukan Kementerian Agama,” kata anggota Ombudsman, Ahmad Suaedy di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).

(Kantor PT Abu Tours cabang Palu. Foto Antara/Mohammad Hamzah)

Dalam kasus tersebut, Ombudsman juga menemukan adanya pelanggaran administrasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar). “Satu maladministrasi Kementerian Pariwisata," lanjut Ahmad Suaedy.

Empat pelanggaran administrasi yang dilakukan Kemenag, yakni meliputi ketidakkompetenan, pengabaian kewajiban hukum, penyimpangan prosedur, dan penyalahgunaan wewenang. Sementara terhadap Kemenpar, yakni terkait pengabaian kewajiban hukum.

Demo Saat Sidang Bos First Travel, Calon Jamaah Umrah: Kembalikan Uang Kami!!!

"Rangkaian pemeriksaan yang Ombudsman lakukan berdasarkan banyaknya korban calon jamaah yang gagal berangkat umroh dan laporan masyarakat korban PT Abu Tours serta YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia)," terangnya.

BACA: Polisi Kembali Sita 2 Rumah Mewah Milik Bos Abu Tour

BACA: Tipu Ratusan Jamaah Umrah, Pimpinan Abu Tours Medan Buron

Sebelumnya, sambung Ahmad, Ombudsman telah mengultimatum Kemenag terkait adanya kasus penipuan umrah pada 2017. Pada kasus itu, ada 56 ribu calon jamaah haji dengan dana mencapai Rp830 miliar gagal berangkat haji.

(Korban PT Abu Tour cabang Makassar demontrasi di DPRD Sulsel. Foto Okezone/Prayudha)

"Meskipun Kemenag telah menindaklanjuti saran Ombudsman dengan mengeluarkan PMA (Penanaman Modal Asing) Nomor 8 Tahun 2018, namun penipuan dan kasus gagal berangkat umrah ternyata terulang kembali (oleh) PT Abu Tours dengan jumlah korban yang lebih besar," ungkapnya.

Atas temuan maladministrasi itu, Ombudsman melayangkan saran kepada Kemenag dan Kemenpar untuk melakukan tindakan korektif. Banyak langkah perbaikan yang harus dilakukan oleh Kemenag untuk memperbaiki penyelenggara ibadah umrah," pungkasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini