Image

MKD Bakal Proses Laporan Kemenag soal Makian 'Bangsat' Arteria Dahlan

Bayu Septianto, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 14:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 17 337 1887714 mkd-bakal-proses-laporan-kemenag-soal-makian-bangsat-arteria-dahlan-f2IsRO2I1q.JPG Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI, Sufmi Dasco (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengaku telah menerima pelaporan dari Kementerian Agama (Kemenag) terkait makian 'bangsat' yang dilontarkan anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan.

"Kami sudah terima laporan dari Kemenag tertanggal 3 April," ujar Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018).

Menurut Dasco, laporan tersebut sedang dilakukan tahap verifikasi bersama laporan lainnya yang masuk ke MKD. Ia pun memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti.

"Dan sekarang proses di MKD, laporan pasti diproses," tuturnya.

 (Baca juga: Makian 'Bangsat' Arteria Dahlan pada Kemenag Berujung Laporan ke MKD)

Dasco mengatakan, pihaknya segera memanggil Arteria untuk dimintakan penjelasannya. Menurutnya, paling cepat MKD akan mengundang Arteria paling lambat sebelum masa reses tiba pada 28 April 2018.

 Lukman Hakim Saifuddin Ikut Bahas Evaluasi Pelaksanaan APBN Kemenag

Dasco menambahkan, bisa saja pihaknya menjadi penengah dari masalah ini. Namun, dipastikan harus ada inisiasi dari Arteria maupun dari Kemenag terlebih dulu dan mediasi tidak dilakukan di MKD.

"Ya kalau soal jalan tengah, saya pikir itu kita tidak bisa kita lakukan. Karena tidak ada tata cara kita untuk mediasi. Tapi boleh-boleh saja kalau itu inisiatif dari kedua belah pihak di belakang. Artinya tidak di MKD," ucapnya.

 (Baca juga: Soal Makian Arteria, PPP: Kritis Boleh, tapi Jangan Gunakan Kata Kasar)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kembali mendapatkan sorotan soal makian 'bangsat' yang dilontarkan anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan. Kali ini, Menag Lukman dicecar banyak pertanyaan dari beberapa anggota DPR Komisi VIII saat rapat kerja, Senin 16 April 2018 yang berlangsung hingga tengah malam.

Lukman pun menjawab persoalan itu dan mengaku secara kelembagaan telah melaporkan Arteria ke MKD DPR RI.

"Tentu itu adalah ungkapan yang tidak pada tempatnya, karena itu kami secara institusi kelembagaan Kemenag mengajukan surat kepada MKD DPR untuk hal seperti ini bisa ditindaklanjuti," jelas Lukman.

 

.Politisi PDIP, Arteri Dahlan/Foto: Antara

Menurut Lukman, dirinya memahami adanya hak imunitas yang melekat pada setiap anggota DPR bila harus dipidanakan. Untuk itulah, Kemenag, lanjut Lukman melaporkan secara etika persoalan ini ke MKD.

"Kami memahami bahwa anggota Dewan punya hak imunitas, apapun ucapannya salam persidangan tidak bisa dituntut di muka hukum tapi dari sisi etik itu bsia dikaji MKD," ucap Lukman.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini