Image

Polisi Periksa Saksi Ahli Terkait Laporan Fahri Hamzah terhadap Presiden PKS

Badriyanto, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 15:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 337 1887751 polisi-periksa-saksi-ahli-terkait-laporan-fahri-hamzah-terhadap-presiden-pks-kHXw0XzkQK.jpg Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Adi Deriyan (foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya telah memeriksa saksi ahli terkait kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan Presiden PKS Sohibul Iman, atas laporan yang dilayangkan oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah beberapa waktu lalu.

Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Adi Deriyan menyampaikan, setidaknya sudah ada dua orang saksi ahli yang telah dimintai pendapatnya oleh penyidik. Pemeriksaan itu berpasangan pada Senin 16 April kemarin.

"Iya benar, kemarin dilakukan pemanggilan saksi ahli, kalau tidak salah ahli bahasa dan ahli pidana," kata Adi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (17/4/2018).

 (Baca juga: Dipolisikan PKS Jakarta, Fahri Hamzah Minta Sohibul Iman Tak Libatkan Kader)

Menurut Adi, melalui keterangan saksi ahli itu penyidik akan segera menentukan kasus hukum yang melilit Sohibul Iman tersebut, melalui proses gelar perkara untuk dinaikan dari penyelidikan ke penyidikan atau bahkan tidak dilanjutkan apabila terbukti tidak ada unsur pidana.

"Nanti kita akan melakukan gelar perkara dulu," tandasnya.

 (Baca juga: Presiden PKS Dicecar Polisi dengan 13 Pertanyaan Terkait Fahri Hamzah)

Sohibul dilaporkan Fahri Hamzah pada Kamis 8 Maret lalu atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik melalui media elektronik karena tidak terima disebut pembangkang keputusan PKS oleh Sohibul Iman saat menjadi narasumber di salah satu stasiun televisi swasta.

 

(Presiden PKS, Sohibul Iman saat di Polda Metro Jaya/foto: Badriyanto Okezone)

Berkaitan dengan kasus itu, penyidik sudah memeriksa Fahri Hamzah sebagai pelapor dan juga Sohibul Iman selalu terlapor. Hingga kini penyidik masih meminta pendapat para ahli untuk menentukan kasus hukum tersebut.

Dalam laporan itu, Sohibul Iman terancam dijerat Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 43 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 311 KUHP dan atau 310 KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini