Image

Pekan Ini, KPK Bakal Putuskan Nasib Boediono Cs di Kasus Century

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 15:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 17 337 1887765 pekan-ini-kpk-bakal-putuskan-nasib-boediono-cs-di-kasus-century-UHJa6UOuvn.jpg Ketua KPK, Agus Rahardjo (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo menyatakan akan segera mengumumkan hasil masukan terkait kasus Century, pada pekan ini. Hasil dari masukan itu salah satunya yakni terkait keterlibatan Boediono Cs di kasus Century.

"Jadi kita akan mendengarkan masukan dari teman-teman penyidik dan penuntut untuk mendalami itu. Nanti minggu ini kita akan mendapatkan itu," kata Agus Rahardjo di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait kasus dugaan korupsi dana talangan/bailout Bank Century‎. Gugatan tersebut mewajibkan KPK untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus dana talangan/bailout Bank Century‎.

Dalam putusan praperadilan tersebut, ada beberapa orang yang terindikasi tersangkut kasus tersebut dan pernah disebut dalam dakwaan mantan Deputi Bank Indonesia, Budi Mulya. Mereka diantaranya, ‎Boediono, Muliaman D Hadad, Hartadi, Miranda Goeltom, Raden Pardede, dan lain-lain.

Soal Kasus Century, Boediono Serahkan Sepenuhnya kepada Penegak Hukum

 (Baca juga: Politikus Golkar Sebut Ada Silang Pendapat di Internal KPK soal Pengusutan Kasus Century)

‎Agus Rahardjo menyatakan, telah memerintahkan anak buahnya untuk menindaklanjuti kasus itu. Saat ini, sambung Agus, penyidik dan penuntut umum sedang mengkaji hasil putusan praperadilan dan menerima masukan dari para ahli.

"Kita juga mendengarkan masukan ahli-ahli mengenai putusan pengadilan praperadilan," terangnya.

Massa Yang Tergabung dalam Aliansi Pendukung KPK Mendesak Usut Kasus Century

 (Baca juga: Politisi Gerindra Beberkan Kejanggalan Proses Bailout Bank Century)

Agus menegaskan, KPK sebenarnya tidak terpengaruh dengan sejumlah nama besar dalam mengusut kasus ini. Namun, untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus ini harus ditemukan dua alat bukti yang cukup kuat.

"KPK kan kalau cukup alat buktinya kan selalu di follow-up. Jadi itu ya," pungkasnya.

 

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini