nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Kantongi Identitas Distributor Bahan Baku Miras Oplosan di Bekasi

Badriyanto, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 09:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 17 338 1887588 polisi-kantongi-identitas-distributor-bahan-baku-miras-oplosan-di-bekasi-lehuGnUZXZ.jpg Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar (foto: Harits/Okezone)

JAKARTA - Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan masih berupaya membongkar misteri di balik minuman keras (miras) yang menelan puluhan korban jiwa belakangan ini. Kini aparat mulai fokus pada pemasok bahan baku yang kemudian dioplos dan dijual oleh tersangka RS yang telah ditangkap sebelumnya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, berdasarkan keterangan RS selaku penjual yang kemudian didukung dengan bukti-bukti lainnya, akhirnya polisi sudah dapat membidik distributor bahan baku miras oplosan tersebut.

(Baca Juga: Wakapolri Ultimatum Anak Buah Selesaikan Masalah Miras Oplosan Sebelum Ramadan)

"Sudah ada tempat yang kita curigai dan kita kembangkan ke sana sekarang, lokasinya di Bekasi," kata Indra saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (17/4/2018).

Menurut Indra, selama ini tersangka RS memesan bahan-bahan baku untuk dioplos melalui telepon. Dengan demikian, RS mengaku tak mengenali wajah bos distributor tersebut. Setelah menangkap distributor itu, Indra berharap cepat berkembang kepada bosnya.

"Katanya belum ketemu sama penjualnya tapi kita lidik lagi, bener nggak cuma lewat telepon aja. Jadi kirimnya bisa pakai dirijen tergantung pesanan, saya belum tanya berapa produksi perhari, kemudian dia beli dari distributor berapa banyak masih di kaji dulu," tegasnya.

Polisi Gerebek Rumah Warga Tempat Pembuatan Miras Ilustrasi Penggerebekan Pabrik Miras (foto: Antara)

Sebelumnya, polisi telah menetapkan RS pemilik warung yang menjual miras oplosan sebagai tersangka. Berdasarkan hasil pemeriksaan Puslabfor Polri miras oplosan yang dijualnya itu mengandung metanol, zat kimia beracun yang mematikan.

Akibatnya, ada sebanyak 33 korban yang tewas di wilayah hukum Polda Metro Jaya akibat miras oplosan milik RS tersebut. Masing-masing yakni Jakarta Selatan 8 orang, Jakarta Timur 10 orang, Depok 8 orang dan Bekasi Kota 7 orang.

(Baca Juga: Polri Buru Aktor Intelektual Dibalik Peredaran Miras Oplosan)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini