nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petugas Terpadu Amankan Sabu Ditempel ke Bungkus Gula di PPLB Jagoi Babang

Ade Putra, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 03:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 340 1887517 petugas-terpadu-amankan-sabu-ditempel-ke-bungkus-gula-di-pplb-jagoi-babang-zoEAvBlOqa.jpg ilustrasi.

JAGOI BABANG – Kejahatan narkoba semakin menjadi. Segala cara dilakukan pelaku untuk mengelabui petugas agar barang haram itu lolos dari pantauan. Seperti kasus yang baru diungkap petugas terpadu di Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Jagoi Babang, di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Petugas gabungan Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas bersama Bea Cukai, Tim 2 SGI/BKY dan Stasiun Karantina Kesehatan wilayah kerja Jagoi Babang menyita 10 gram narkoba jenis sabu dari tangan JEP, pelintas batas di PPLB Jagoi Babang yang berbatasan dengan Lundu, Sarawak, Malaysia, Minggu (15/4/2018).

Komandan Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Faisal Amri menerangkan, sabu tersebut dikemas pelaku menjadi dua paket. Untuk mengelabui petugas, sabu itu direkatkan di bungkusan gula pasir. Pelaku mendapatkan sabu tersebut di Malaysia. Saat diamankan, pelaku tengah mengendarai sepeda motor jenis Jupiter MX bernomor polisi KB 4616 KQ dari Malaysia.

"Saat dihentikan petugas, pelaku mengatakan membawa makanan dan pakaian. Kemudian petugas tetap memeriksa seluruh barang bawaannya. Pelaku terlihat gelisah dan bilang ada beberapa barang titipan," kata Faisal, Senin (16/4/2018).

Merasa curiga melihat gerak-gerik pelaku, petugas lantas memeriksa intensif barang-barang bawaannya. Hasilnya, petugas menemukan dua paket yang awalnya diduga sabu di bagian bawah kemasan gula pasir ukuran 1 kilogram. "Hasil pemeriksaan barang bukti menggunakan Narkotest Reagen U dan dilakukan penimbangan, barang tersebut positif sabu seberat 10 gram," ujar Faisal.

Untuk penanganan lebih lanjut pelaku dan barang bukti diserahkan ke Polsek Jagoi Babang. Barang bukti yang diamankan, antara lain; sepeda motor, uang tunai Rp197 ribu dan RM 4 dan 100 sen, KTP atas nama pelaku, SIM C, ATM BNI, KILB dan dua paket sabu seberat 10 gram.

Untuk diketahui, Jagoi Babang ini merupakan satu dari sekian wilayah di Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Jiran. Tiga perbatasan lainnya seperti di Entikong, Kabupaten Sanggau; Aruk, Sajingan, Kabupaten Sambas; dan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, sudah menjadi pintu resmi atau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang diresmikan Presiden Joko Widodo.

Dengan maraknya kasus penyelundupan ini, pemerintah diharapkan segera menjadikan PPLB Jagoi Babang menjadi PLBN seperti perbatasan lainnya. "Yang resmi dan dijaga ketat saja bisa lolos (barang ilegal), apalagi yang belum resmi ini. Maka kami berharap di Jagoi segera menjadi PLBN," harap salah seorang warga di Jagoi Babang, yang enggan namanya disebut.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini