Batam Sudah Warning Kasus Asusila, Harus Ada Efek Jera Terkait Tari Erotis

Aini Lestari, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 11:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 340 1887626 batam-sudah-warning-kasus-asusila-harus-ada-efek-jera-terkait-tari-erotis-blWv2hNmCo.jpg Tari Erotis di Dekat Kantor Wali Kota Batam (foto: Youtube)

BATAM - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Riau (Kepri) mengecam aksi tarian erotis yang diselenggarakan oleh salah satu ormas dan kelab motor di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepri pada Sabtu, 14 April 2018 lalu. Tarian bernuansa cabul tersebut dirasa sangat tidak pantas ditampilkan di kota Batam yang disebut Bandar Madani.

"Tarian itu tidak pantas apalagi dilaksanakan di depan umum, ditonton banyak orang termasuk anak-anak. Ini dapat merusak moral anak-anak kita," kata Erry Syahrial, Ketua KPPAD Kepri, Selasa (17/4/2018) di Mapolresta Barelang.

(Baca Juga: Tak Hanya di Pantai Kartini Jepara, Tari Erotis Juga 'Panaskan' Batam)

Erry menjelaskan, tarian erotis tersebut dapat memberikan pelajaran yang tidak baik kepada anak-anak terlebih saat ini Batam sudah cukup memprihatinkan dengan banyaknya kasus asusila.

"Batam ini sudah warning. Kasus asusila di Batam sudah sangat banyak, baik anak sebagai pelaku ataupun korban. Seharusnya kita bisa memberikan pembelajaran yang baik, bukan malah menyuguhkan tontotan yang tidak pantas seperti itu," ujar Erry.

Untuk itu, lanjut Erry, ia meminta kepada pihak kepolisian Polresta Barelang agar mengusut kasus tarian cabul ini dengan tuntas. Ia meminta agar para tersangka diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan yang telah dilakukan.

"Kita minta pihak kepolisian memberikan hukuman yang setimpal agar ada efek jera bagi masyarakat. Terlebih perkara ini memberikan dampak yang buruk kepada generasi muda di Batam," katanya.

Sebelumnya, jajaran Satreskrim Polresta Barelang menetapkan 5 orang tersangka dalam aksi tarian erotis, yakni H, R dan N selaku penari dan dua orang struktur organisasi yang bertanggungjawab dalam penyelenggara aksi tarian tersebut yakni A dan H. Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka usai dilakukan gelar perkara, Senin (16/4/2018) sejak pukul 16.00 hingga 19.30 wib.

(Baca Juga: Polisi Tetapkan 5 Tersangka Terkait Tarian Erotis di Batam)

Tarian erotis ini diketahui digelar dalam acara pesta rakyat yang dilaksanakan salah satu ormas usai pelantikan pengurus oleh Wali Kota Batam, HM Rudi. Acara ini menjadi sorotan karena dilaksanakan siang hari di Dataran Engku Putri yang bersebelahan dengan Kantor Wali Kota Batam.

Dalam video yang viral di media sosial tersebut tampak 3 orang penari berpakaian minim meliuk-liuk di depan sebuah mobil yang terparkir. Ketiga penari terlihat basah karena sembari disiram air menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Tari Erotis di dekat Kantor Wali Kota Batam (foto: Ist)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini