Image

Miris, Guru SDN di Jambi Berkantor di Balai Desa

Abimayu, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 13:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 340 1887680 miris-guru-sdn-di-jambi-berkantor-di-balai-desa-i3l9umTGcY.jpg Guru SDN 256/VI saat di Balai Desa (foto: Abimayu/Okezone)

MERANGIN - Guru SDN 256/VI Pematang Kancil II, terpaksa menggunakan balai pertemuan milik kantor Desa Pelakar Jaya, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi. Hal itu dilakukan karena mereka tidak mempunyai ruangan.

Bukan hanya tidak layak dari sisi bangunan saja, peralatan milik sekolah juga terpaksa di letakan di dalam, sehingga kesannya berantakan jadi pemandangan sehari hari.

"Kami hampir setiap tahun mengajukan kantor untuk guru, tapi tidak ada realisasinya dengan sangat terpaksa, kami menggunakan balai pertemuan milik desa hingga hari ini," kata Kepala Sekolah SDN 256/VI, Santoso, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, sekolah SDN 256/VI memiliki ruang belajar sebanyak enam lokal, dengan jumlah siswa sebanyak 143 siswa, sementara tenaga guru yang sudah PNS ada sekitar tujuh, dan honorer tiga orang.

"Jujur kami miris dengan kondisi kantor yang kami gunakan, apalagi sekolah ini sudah ada semenjak transmigrasi ada, namun untuk minta di bangunkan kantor saja tidak pernah terwujud," keluhnya.

 

(Illustrasi sekolah di Jambi/Foto: Antara)

Sementara itu, bukan hanya warga eks trans saja yang menuntut ilmu disana, tidak kurang 15 orang Suku Anak Dalam (SAD) juga belajar bersama di sekolah tersebut.

"Anak-anak SAD ikut belajar di sekolah ini, jadi kami berharap agar sekolah kami juga bisa di samakan dengan sekolah yang ada di kota, sebab hak pendidikan wajib bagi anak-anak bangsa," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Merangin, Zubir saat coba dikonfirmasi terkait keluhan Sekolah SDN 256 handphonenya bernada aktif namun tidak di jawab.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini