nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendataan Pemilih, Bawaslu Minta KPU Sasar 14 Lapas di NTT

Adi Rianghepat, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 13:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 340 1887683 pendataan-pemilih-bawaslu-minta-kpu-sasar-14-lapas-di-ntt-UVAEOgcGFH.jpg Seorang narapidana menggunakan hak pilih saat pilpres 2014. Foto Antara

KUPANG - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Nusa Tenggara Timur meminta KPU untuk segera menyasar 14 lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di wilayah itu untuk mendata para penghuni yang belum tercatat sebagai pemilih.

"Baik di lapas dewasa, lapas wanita, lapas anak maupun di rumah tahanan 14 kabupaten provinsi ini," kata Komisioner Bawaslu NTT Jemris Fointuna di Kupang, Selasa (17/4/2018).

Jemris meminita agar pelaksanaan pendataan sudah harus dilakukan sejak Selasa 17 April hingga Rabu 18 April besok. Hal ini, kata dia, telah menjadi kesepakatan bersama Bawaslu dan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTT serta KPU setempat.

Dalam pendataan penyelanggara Pilkada NTT juga melibatkan pihak dinas kependudukan dan catatan sipil masing-masing daerah untuk melakukan perekaman data diri para penghuni lapas dan rutan, sehingga bisa memenuhi syarat sebagai pemilih.

"Bagi penghuni yang belum memiliki KTP elektronik dan atau KK dan belum merekam data dirinya akan dibantu untuk dilakukan perekaman di dalam lapas," katanya seraya menambahkan bahwa hal ini dilakukan karena para penghuni lapas dan rutan dilarang untuk dibawa keluar lokasi lapas.

Terhadap daerah yang belum memiliki alat perekaman bergerak, disarankan segera meminta bantuan daerah di dekatnya agar bisa melakukan perekaman. "Bawaslu menginisiasi aksi ini hanya demi kepentingan terakomodirnya pemilih yang saat ini sedang mendiami lapas dan rutan sebagai warga binaan," katanya.

Jemris mengklaim rencana ini sudah disetujui bersama oleh para petinggi lembaga yang terkait. "Kami pastikan akan lancar pelaksanaan pendataan dan perekaman data diri para penghuni lapas tersebut," ujar dia.

Ada 14 lembaga pemasyarakatan itu berada di Kabupaten Sumba Barat, Belu, Flotim, Lembata, Alor, Sumba Timur dan Kabupaten Ngada. Selanjutnya di Kota Kupang, Kabupaten Sikka, Ende, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Manggarai serta Kabupaten Rote Ndao.

Ketua KPU Provinsi NTT Maryanti Luthurmas Adoe terpisah mengatakan aksi perekaman data bagi para penghuni lapas dan rutan itu dilakukan sebagai tindak lanjut kesepakatan Dirjen Adminduk dengan KPU dan juga dengan Bawaslu. Hal ini demi mengakomodasi hak pilih warga binaan di lapas maupun rutan dalam pelaskaan pilkada serentak 27 Juni mendatang.

Dalam pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di NTT 27 Juni 2018 ini diikuti empat pasangan, masing-masing Esthon Foenay-Chris Rotok yang diusung Partai Gerindra, PAN dan Perindo. Pasangan Marianus Sae-Emiliana Nomleni diusung PDIP dan PKB.

Pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Yos Nae Soi usungan Partai NasDem, Golkar dan Hanura, serta pasangan Benny K Harman-Beni Litelnoni diusung Partai Demokrat, PKPI dan PKS.

Selain pemilihan gubernur, juga dilakukan pemilihan bupati dan wakio bupati di 10 kabupaten masing-masing, Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sumba Barat Daya (SBD) dan Sumba Tengah. Selanjutnya di Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ende, Kabupaten Nagakeo, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Alor.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini