nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengakuan Panitia Tari Erotis di Batam: Penari Diberi Kaus XL, Tapi Digunting biar Sexy

Aini Lestari, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 15:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 340 1887746 pengakuan-panitia-tari-erotis-di-batam-penari-diberi-kaus-xl-tapi-digunting-biar-sexy-sbYaKtyJVU.jpg Tari erotis juga sempat hebohkan warga Batam. (Foto: Ist)

BATAM - Panitia penyelenggara acara berisi tarian erotis di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu 14 April 2018 mengaku meminta para penari menggunakan pakaian yang sopan. Bahkan, panitia memberikan baju kaos oblong berwarna merah dengan ukuran XL.

"Kami memberikan baju kaos oblong sopan ukuran XL pria dan kami meminta mereka menggunakan celana panjang, bukan pakaian seksi seperti yang tampak di video," kata Rizky, panitia dari klub motor New Vixion Lighning Family, Selasa (17/4/2018).

Namun, lanjut Rizky, tanpa sepengetahuan panitia, para penari berinisiatif menggunting kaus tersebut agar terlihat lebih seksi. Bahkan, mereka juga tidak mengindahkan instruksi panitia untuk menggunakan celana panjang. "Intinya memang ada kelalaian dalam hal ini," katanya.

(Panitia menunjukkan kaus yang diberikan kepada tiga penari. Foto: Aini L/Okezone)

Para penari menggunakan gunting yang dibawa sendiri. Hal ini sontak membuat kaget para panitia, namun mengaku tidak dapat berbuat apa-apa karena para penari itu sudah beraksi di depan penonton. "Kami sama sekali tidak tahu kalau baju itu digunting mereka. Tahunya pada saat mereka tampil. Kami kaget juga," ujar Rizky lagi.

(Baca juga: Tak Hanya di Pantai Kartini Jepara, Tari Erotis Juga 'Panaskan' Batam)

Rizky menjelaskan, para penari tersebut disewa dengan bayaran Rp600 ribu untuk tampil selama satu jam. Namun praktiknya, penari tersebut tidak beraksi selama satu jam melainkan hanya sekitar 20 menit. Ketiga penari ini juga berasal dari klub malam Morena. "Iya, memang dari Morena. Memang yang menyewa mereka, kami (panitia NVLF). Jadi, di acara pesta rakyat ini ada dua kepanitiaan yakni panitia dari NVLF dan PMR (Penjaga Marwah Rudi)," katanya.

Terkait bayaran yang belum sempat dibayarkan, Rizky mengaku bukan kesengajaan panitia, namun, usai kejadian, seluruh panitia dan penari dipanggil oleh pihak kepolisian untuk diperiksa. "Bagaimana kami mau bayar, setelah selesai acara itu kami langsung dipanggil untuk dimintai keterangan," ujarnya.

(Baca juga: Polisi Tetapkan 5 Tersangka Terkait Tarian Erotis di Batam)

Kini, ketiga penari tersebut yakni N, H dan R ditahan di sel tahanan Mapolresta Barelang. Ketiganya ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka oleh jajaran Satreskrim Polresta Barelang sejak Senin (16/4) malam.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini