Menkes: Saya Tidak Tahu di Mana Letak Baiknya Berobat ke Luar Negeri

Dina Prihatini, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 16:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 340 1887790 menkes-saya-tidak-tahu-di-mana-letak-baiknya-berobat-ke-luar-negeri-RbFZwFLUdp.jpg Menkes Nila F Moloek. (Foto: Okezone)

PONTIANAK - Tren berobat ke luar negeri diakui Menteri Kesehatan Nila F Moloek masih terjadi hingga kini. Masyarakat lebih memilih berobat di negeri tetangga, Kuching untuk mempercayakan penyembuhan serta medical check-up di negeri Serawak dibanding di negeri sendiri.

Meski tak menemukan alasan tepat terkait hal itu, Menkes yakin di Tahun 2018 masyarakat tak lagi berobat ke luar negeri.

"Meski ini menjadi tren namun sampai saat ini saya tidak tahu di mana letak baiknya berobat ke luar negeri," kata Nila usai meresmikan dua Puskesmas sekaligus di Kecamatan Entikong dan Balai Karangan Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (17/4/2018).

(Kunjungan Menkes Nila ke Jambi, Selasa 10 April 2018. Foto: Antara)

Meski telah menjadi kebiasaan masyarakat Kalbar untuk berobat ke luar negeri, Nila optimis dengan adanya pembangunan di kawasan perbatasan dengan anggaran mencapai Rp11 miliar ini, terutama terkait fasilitas dan peralatan medis, warga perbatasan dan pedalaman serta masyarakat umum tak lagi berobat ke luar negeri.

"Dua puskesmas yang telah diresmikan ini memiliki fasilitas yang telah kita tambah dan tak perlu lagi ke luar negeri," jelasnya.

(Baca juga: 340 Balita di Bondowoso Menderita Stunting)

Nila F Moloek menjelaskan, kementeriannya telah menyelesaikan 80 persen pembangunan puskesmas, terutama di kawasan perbatasan, daerah terpencil dan terluar Indonesia.

"Puskesmas yang Kemenkes bangun termasuk dua di Entikong dan Balai Karangan ini merupakan bangunan dengan ramah lingkungan sehingga membuat masyarakat nyaman selain fasilitas terkait peralatan yang terus diupayakan dilengkapi," jelasnya.

Nila menambahkan, dengan dibangunnya puskesmas di kawasan perbatasan di seluruh kawasan Indonesia terutama di Kalbar, tren berobat ke luar negeri semakin berkurang.

"Kita bisa melihat betapa bagusnya puskesmas di kawasan perbatasan ini sehingga kita berharap tren berobat keluar negeri tidak lagi terjadi," tutupnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini