nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Trik Kurir Sabu Antarpulau Hindari Kejaran Petugas

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 15:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 512 1887749 begini-trik-kurir-sabu-antarpulau-hindari-kejaran-petugas-XNtrt7aYU2.jpg Tri Yuwono, kurir sabu yang ditangkap BNN Jateng. Foto Okezone/Taufik Budi

SEMARANG - Tri Yuwono (38), kurir narkoba antarpulau yang ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng memiliki cara tersendiri untuk mengelabuhi sekaligus menghindari kejaran petugas. Meski harus menempuh perjalanan panjang, dia memilih menggunakan jalur darat dengan cara berpindah-pindah bus.

Penangkapan pelaku bermula saat warga Padureso Kabupaten Kebumen itu baru saja turun dari bus patas jurusan Purwokerto-Yogyakarta di Jalan Slamet Riyadi Nomor 53 Prembun Kebumen. Tim gabungan dari BNN Jateng bersama tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran BNN bergerak cepat sehingga bisa meringkus tersangka.

"Pada Minggu 15 April 2018 tim melakukan pengembangan ke Kebumen sekira pukul 21.10 WIB, bertempat di halaman parkiran Indomaret depan RS Prembun Kebumen, tim berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka TY alias Kotil, pekerjaan swasta, beralamat di Padureso Kebumen," kata Kepala BNN Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru, kepada awak media, Selasa (17/4/2018).

Setelah dilakukan penggeledahan terhadap barang bawaan tersangka, yaitu tas warna hitam, ditemukan plastik hitam yang di dalamnya berisi dua bungkus kemasan teh Cina warna hijau.

Dalam kemasan teh itu terdapat serbuk kristal warna putih yang diduga narkotika jenis sabu masing-masing seberat satu kilogram sehingga berat total dua kilogram.

"TY merupakan seorang kurir narkotika yang berangkat dari Yogyakarta ke Palembang menggunakan pesawat untuk mengambil narkotika. Setelah berhasil mengambil narkotika di Palembang, tersangka kembali ke Jawa Tengah menggunakan jalur darat menggunakan bus dengan cara berganti-ganti bus dari Palembang, Jakarta, Tegal, Purwokerto, dan Kebumen," rincinya.

BACA: Bawa Obat Daftar G, Artis Dangdut Muda Diamankan Polisi

BACA: Laut Jadi Pintu Masuk Utama Narkoba ke Indonesia

Untuk mengambil barang haram dari Palembang itu, Tri Yuwono dijanjikan upah sebesar Rp15 juta. Sabu itu rencananya akan diserahkan kepada kurir lainnya yakni Arianto (40), di Cilacap. Dalam pengembangannya Arianto ditembak mati, karena melawan petugas dan hendak melarikan diri.

(Arianto, kurir sabu yang ditembak mati. Foto Okezone)

"Dijanjikan Rp10 juta, plus transportasi jadi Rp15 juta. Tapi uang itu belum saya terima. Saya ambil dari Palembang, baru sekali ini," katanya dengan tangan terborgol.

Dari pemeriksaan diketahui bahwa tersangka merupakan residivis kasus judi togel yang ditangkap 13 Februari 2012 dan divonis tujuh bulan penjara. Setelah itu tersangka dia tertangkap lagi, karena kasus narkotika pada 29 Maret 2013 dan divonis empat tahun penjara.

Adapun barang bukti yang disita dari tersangka adalah dua kotak kemasan teh Cina warna hijau yang di dalamnya terdapat serbuk kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat total dua kilogram. Selain itu, juga unit ponsel yang digunakan untuk berkomunikasi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini