nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Korban Selamat dari Robohnya Gedung Penangkaran Walet Cirebon

Toiskandar, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 10:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 17 525 1887598 cerita-korban-selamat-dari-robohnya-gedung-penangkaran-walet-cirebon-hIdGOpgFMf.jpg Kondisi Gedung Penangkaran Walet di Cerebon Usai Roboh (foto: Dwi Ayu/Okezone)

CIREBON - Seorang korban selamat dari ambruknya tembok bekas sarang walet di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, masih meninggalkan trauma bagi para korban selamat. Korban yang pada saat kejadian tengah menunggu giliran menabuh gamelan, lari ketakutan melihat tembok setinggi 20 meter ambruk menimpa sanggar seni yang tengah digunakan latihan.

Adalah Gina Yuliana yang merupakan korban selamat dalam peristiwa robohnya gedung bekas kandang walet di Kabupaten Cirebon tersebut. Bersama seorang rekan lainnya, Gina berhasil selamat dan meminta tolong warga.

 Gina Yuliana, Korban Selamat Robohnya Gedung Penangkaran Walet di Cirebon (foto: Toiskandar/iNews)

(Baca Juga: Gedung Penangkaran Walet di Cirebon Runtuh, 7 Orang Tewas)

Dengan didampingi orangtuanya, Gina yang merupakan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gegesik ini berusaha menjelaskan peristiwa ambruknya tembok yang menimpa sanggar seni di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Senin 16 April 2018.

Raut wajah trauma dan ketakutan, masih nampak terlihat jelas di wajah siswa kelas 7 SMP tersebut. Bahkan, beberapa kali ia terbata saat ditanya kronologisnya kejadian nahas tersebut.

Tembok sarang walet dengan ketinggian 20 meter ambruk yang menelan 7 orang siswa tewas di lokasi kejadian. Sejumlah siswa yang tengah belajar seni di sanggar ini berusaha di evakuasi oleh warga dengan alat seadanya.

Saat kejadian, Gina bersama seorang rekannya duduk di pintu keluar sanggar setelah terlambat datang. Gina yang bertugas menabuh saron gamelan, menunggu giliran menabuh alat musik tradisional tersebut.

Saat menunggu itulah, tembok bekas sarang walet setinggi 20 meter ambruk dan menimpa sanggar seni yang berada tepat di belakangnya. Gina bersama seorang rekannya terkejut dan lari ketakutan keluar dari lokasi, sambil berusaha memberitahukan kepada warga terkait kejadian tersebut.

Korban selamat berusaha meminta tolong kepada warga untuk segera melakukan evakuasi terhadap sejumlah korban yang tertimbun reruntuhan. Saat kejadian, para korban tengah berlatih memainkan gamelan yang berada di sanggar tersebut.

Sementara, seorang korban lainnya menderita luka cukup serius pada bagian kaki dan rahang akibat tertimpa tembok dan reruntuhan. Hingga kini suasana sanggar yang tertimpah reruntuhan tembok di garis polisi. Untuk dilakukan penyelidikan Polres Cirebon.

  

Korban kritis akibat ambruknya tembok tua di Kabupaten Cirebon Jawa Barat, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Gunung Jati. Korban Tri Intan Apriyani menderita luka retak pada rahang dan paha. Dia mendapat perawatan khusus dan sudah dilakukan bedah mulut.

Kondisi Korban Tri Intan Apriyani yang Masih Jalani Perawatan di Rumah Sakit (foto: Toiskandar/iNews)

Meski mengalami luka cukup serius, namun kondisi korban masih stabil dan berangsur membaik. Siswa Kelas 7 SMP korban ambruknya tembok tua di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.

Korban masih tergolek lemas dengan menjalani perawatan intensif di ruang Nyi Mas Gandasari, Rumah Sakit Gunung Jati, Kota Cirebon. Korban menderita luka cukup serius pada bagian rahang dan paha kanannya akibat tertimpa puing tembok dan sanggar seni yang ambruk.

(Baca Juga: Tewaskan 7 Orang, Gedung Penangkaran Walet yang Roboh di Cirebon Berusia 50 Tahun)

Direktur Rumah Sakit Gunung Jati Kota Cirebon, Bunadi memastikan, jika kondisi korban dalam keadaan stabil dan baik. Petugas medis telah melakukan serangkai bedah mulut, untuk kesembuhan korban. Sementara, di bagian kakinya yang mengalami retak, petugas memasang penyangga untuk memperkuat proses pemulihan.

Sementara, ketujuh korban meninggal yang merupakan dalang dan anaknya serta 5 siswa, telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Gegesik Wetan, pada Senin petang kemarin. Sejauh ini, petugas belum bisa menyimpulkan penyebab pasti ambruknya tembok setinggi 20 meter dan panjang 15 meter tersebut.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini