nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Datangkan Dosen Asing, Pemerintah Ingin Dongkrak Pendidikan Tinggi

Susi Fatimah, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 14:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 65 1887590 datangkan-dosen-asing-pemerintah-ingin-dongkrak-pendidikan-tinggi-fTS7ilkIXW.jpg Foto: Dok Kemristekdikti

TANGSEL - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir angkat bicara terkait impor dosen asing ke Tanah Air. Ia menegaskan, rencana mendatangkan dosen asing ke Indonesia dalam rangka meningkatkan peringkat perguruan tinggi Indonesia di dunia.

Sebab, sambung Nasir, dalam sistem penilaian peringkat kampus berdasarkan QS Rangking, perguruan tinggi dinilai berkualitas jika melakukan pertukaran ilmu dan SDM antar negara dan antar pergurun tinggi luar negeri.

"Salah satu kriteria penilaian perguruan tinggi di dunia adalah bagaimana dosennya, adakah staff mobility, yaitu dosen Indonesia ke luar negeri atau sebaliknya. Begitu juga dengan mahasiswanya. Kalau tidak, bagaimana bisa dinilai baik. Bukan berarti dalam negeri, semuanya harus dari dalam negeri," papar Nasir usai menghadiri Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) di Universitas Terbuka, baru-baru ini.

Oleh karenanya, lanjut dia, pemahaman terkait mendatangkan dosen asing tidak seperti impor barang. Ia memastikan kehadiran para dosen asing ke Indonesia tidak akan membuat dosen-dosen di Tanah Air menjadi terdesak. Justru sebaliknya dosen dalam negeri bisa berkolaborasi sehingga menghasilkan kualitas pendidikan tinggi yang lebih baik.

"Mendatangkan dosen asing disini maksudnya seperti ini, mereka datang ke sini dan berkolaborasi dengan dosen di sini selama setahun sampai dua tahun, membimbing anak-anak kita. Setelah selesai, mereka kembali, kemudian gantian dosen kita ke luar negeri," ujarnya.

Ia pun menegaskan tak akan sembarangan dalam mendatangkan dosen asing ke Indonesia. Dosen yang didatangkan tentunya yang memiliki reputasi publikasi ilmiah yang baik, sehingga tidak bisa sembarang dosen.

Sementara itu terkait keilmuan yang akan difokuskan dengan adanya dosen asing ini, sambung Nasir, yaitu lebih terkonsentrasi pada science dan teknologi.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini