Image

ITS Akan Dirikan Galangan Kapal Kayu sebagai Pusat Studi Kelautan

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 16:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 65 1887596 its-akan-dirikan-galangan-kapal-kayu-sebagai-pusat-studi-kelautan-WS88G2lmZU.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan mendirikan galangan kapal kayu sebagai pusat studi pendidikan kelautan.

Dekan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS, Prof Ir Daniel M Rosyid Ph.D, mengatakan galangan tersebut ditargetkan akan selesai dibangun pada tahun 2020.

“Sebagai negara maritim yang memiliki luas lautan yang lebih besar dari daratannya, Indonesia perlu mendirikian pusat produksi kapalnya sendiri,” ujar pria asal Klaten.

Terciptanya galangan kapal sebagai pusat studi ini tercipta setelah kerja sama dengan salah satu pusat studi budaya maritim Spanyol, Albaola Itsas Kultur Faktoria pada November 2017.

“ITS sempat berkunjung ke Albaola Itsas Kultur Faktoria di Spanyol pada tahun 2011 dan saat ini ITS berencana melanjutkan kerja sama yang dijalin dengan mengirim lima mahasiswanya untuk magang di tempat itu,” ungkap Daniel.

Albaola sendiri diberi UNESCO kepercayaan untuk membangun replika penuh dari San Juan, sebuah kapal kayu pemburu ikan paus yang dibangun di daerah Basques pada tahun 1560-an. Kapal tersebut pernah digunakan untuk berlayar melintasi Atlantik hingga Newfoundland, Kanada, sampai akhirnya tenggelam di perairan Red Bay, Labrador.

Albaola kemudian dinobatkan sebagai pusat pengembangan budaya maritim kelas dunia yang mendidik pemudanya dengan berbagai keterampilan kemaritiman, seperti boat building, rowing, dan sailing.

Daniel mengungkapkan, dengan mengirim mahasiswa magang ke sana, diharapkan mampu mengetahui model bisnis seperti apa yang mereka kembangkan untuk kemudian diterapkan di Indonesia. Guru besar Teknik Kelautan ini menambahkan, dengan adanya galangan kapal milik ITS, industri pembuatan kapal kayu di Indonesia tentu diharapkan akan membaik nantinya.

"Perahu kayu nelayan yang selama ini hanya dikerjakan oleh pengrajin, nantinya akan mendapat sentuhan engineer," ujarnya.

Ia mengatakan, adanya perahu kayu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa sektor pariwisata pantai di Indonesia. Dia mencontohkan di Raja Ampat terdapat kapal kayu yang menjadi ciri khas tersendiri.

Nantinya, lanjut dia kapal kayu ini akan diinovasikan sedemikian rupa agar bisa menarik minat turis. Seperti diberi layar. Dengan beberapa keuntungan tersebut tentu galangan kapal kayu akan menjadi ladang perekonomian baru bagi masyarakat nantinya.

Terakhir Daniel menuturkan harapannya, agar galangan kapal ITS tersebut nantinya dapat menjadi museum dan tempat berkunjung untuk belajar mengenai proses pembuatan kayu. Dan tahun 2020, sambung dia bukanlah tanpa perhitungan.

”Riset sudah dilaksanakan, tinggal menunggu dana terkumpul dari beberapa sponsor," tutupnya. (per)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini