nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suami PM Inggris Raih Untung Besar dari Serangan ke Suriah

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 18 April 2018 15:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 18 18 1888222 suami-pm-inggris-raih-untung-besar-dari-serangan-ke-suriah-OLaCbjnakX.jpg PM Inggris, Theresa May, bersama suaminya Philip (Foto: Tolga Akmen/AFP)

MOSKOW – Serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis, ternyata membawa keuntungan pribadi bagi Philip May. Saham perusahaan yang dimiliki suami Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May itu melonjak usai serangan militer yang dilakukan pada 14 April tersebut.

Philip May diketahui memegang saham terbesar di BAE Systems, perusahaan yang bergerak di industri persenjataan. Perusahaan milik Philip, Capital Group, juga merupakan pemegang saham terbesar kedua di Lockheed Martin, produsen senjata militer Amerika Serikat (AS).

Lockheed Martin memproduksi sistem senjata, pesawat terbang, dan dukungan logistik dalam agresi ke Suriah. Saham perusahaan tersebut ikut melonjak usai gempuran koalisi ke Suriah dengan dalih sebagai respons atas serangan senjata kimia ke Douma.

BACA JUGA: Trump Umumkan Serangan Militer Tiga Negara ke Suriah

Kontribusi INggris, terutama perusahaan milik Philip May, menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial Twitter. Akun whistleblower bernama @nw_nicholas menyebut rudal milik BAE senilai 6,3 juta poundsterling (setara Rp124 miliar) ditembakkan ke Suriah oleh pasukan koalisi AS, Inggris, dan Prancis.

“Rudal BAE senilai 6,3 juta poundsterling ditembakkan ke Suriah. Perusahaan milik suami May, Capital Group, adalah pemegang saham terbesar di BAE,” cuit @nw_nicholas beserta unggahan foto, mengutip dari Russia Today, Rabu (18/4/2018).

Inggris diketahui menyumbangkan delapan rudal ‘Storm-Shadow’ yang diproduksi oleh BAE Systems. Sebagai informasi, harga satu unit rudal tersebut mencapai 790 ribu poundsterling (setara Rp16 miliar).

BACA JUGA: PM Inggris Kumpulkan Menteri Kabinet Bahas Rencana Serangan ke Suriah

BACA JUGA: Serangan Militer Bukan untuk Gulingkan Rezim Suriah

Philip May diketahui sudah bekerja sebagai manajer di Capital Group sejak 2005. Data pada 31 Maret 2018 menunjukkan, Capital Group berhasil mengumpulkan lebih dari 360 ribu lembar saham di BAE Systems.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman Temui PM Inggris Theresa May

(PM Inggris Theresa May bersama Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Foto: Simon Dawson/Reuters)

Pemerintah Inggris yang dikuasai Partai Konservatif atau Tory juga memiliki hubungan erat dengan BAE Systems. Belum lama ini, perusahaan tersebut terlibat dalam kesepakatan penjualan 48 jet tempur Typhoon dengan Arab Saudi.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini