nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demi Wujudkan Mimpi, Nenek 96 Tahun di Meksiko Mulai Belajar di SMA

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 19 April 2018 14:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 19 18 1888771 demi-wujudkan-mimpi-nenek-96-tahun-di-meksiko-mulai-belajar-di-sma-m7neQ5Dc6p.jpg Guadalupa Palacios. (Foto: AFP)

TUXTLA GUTIERREZ – Guadalupe Palacios menarik perhatian di dalam kelasnya di sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Meksiko. Bukan hanya karena rambutnya yang memutih, kulitnya yang keriput, atau karena usianya yang sudah 96 tahun tetapi juga karena dia murid paling antusias di kelas.

Palacios tengah berusaha mewujudkan mimpinya menyelesaikan sekolah menengah atas pada ulang tahunnya yang ke-100.

Saya merasa siap untuk memberikan semuanya. Hari ini adalah hari yang luar biasa, " ujarnya pada hari pertamanya di sekolah menengah negara bagian Chiapas. Palacios tampak mengenakan seragam sekolah, kemeja putih dengan rok merah dan mengenakan sweater pink.

Nenek yang dikenal dengan julukan "Dona Lupita," disambut dengan tepuk tangan oleh teman-teman sekelasnya di Sekolah Menengah Atas No. 2 di Ibu Kota Chiapas, Tuxtla Gutierrez.

AFP, Kamis (19/4/2018) melaporkan, Palacios tumbuh dalam kemiskinan di sebuah desa tradisional dan menghabiskan masa kecilnya membantu pertanian jagung dan kacang-kacangan keluarganya, bukannya dengan pergi ke sekolah. Sebagai orang dewasa, ia bekerja berjualan ayam di pasar. Dia telah dua kali menikah dan memiliki enam anak.

Dia sempat mempelajari aritmetika, tetapi tidak pernah bisa membaca atau menulis.

Saat berusia 92 tahun, Palacios memutuskan bahwa sudah waktunya untuk kembali belajar, dan mendaftar di program baca-tulis.

"Sekarang aku bisa menulis surat untuk pacarku," katanya sambil tertawa.

Tidak berhenti sampai di sana, pada 2015 dia masuk ke sekolah dasar dan kemudian menyelesaikan sekolah menengah dalam waktu kurang dari empat tahun.

Tetapi karena tidak ada program belajar orang dewasa untuk sekolah menengah, Palacios memutuskan untuk mendaftar di sekolah umum biasa, dengan teman sekelas yang berusia delapan dekade lebih muda.

Dia sudah memiliki rencana setelah menyelesaikan pendidikannya di sekolah menengah atas dan ingin suatu hari dapat menjadi guru taman kanak-kanak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini