nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Vietnam Gerebek Pabrik Penghasil Kopi Berbahan Baterai Bekas

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 03:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 19 18 1888928 polisi-vietnam-gerebek-pabrik-penghasil-kopi-berbahan-baterai-bekas-ScWQqoQfdW.jpg Otoritas Vietnam menggerebek pabrik penghasil kopi dengan bahan dasar yang berbahaya (Foto: Thai PBS)

HO CHI MINH CITY – Satu keluarga di Provinsi Dak Nong, Vietnam, tertangkap basah memproduksi kopi dari bahan-bahan berbahaya, seperti baterai bekas, debu kotoran, dan batu kerikil. Kepolisian setempat langsung menangkap dan menyita barang bukti dari keluarga tersebut pada Senin 16 April.

Polisi dan pengawas badan makanan setempat mendapatkan informasi mengenai kopi berbahaya itu dari warga setempat. Mereka mencurigai aktivitas yang dilakukan oleh Nguyen Thi Loan dan keluarganya yang hilir mudik di fasilitas tersebut.

Melansir dari The Star, Jumat (20/4/2018), polisi berhasil menyita 12 ton kopi ‘kotor’ dari fasilitas tersebut. Selain itu, otoritas juga menyita 35 kilogram (kg) bubuk hitam yang diekstrak dari baterai bekas serta satu kantong cairan berwarna hitam seberat 10 kg.

Sang pemilik mengaku biasa membeli biji-biji kopi yang dibuang dari fasilitas pengolahan dengan harga murah. Biji-biji kopi itu lantas akan dicampur dengan ‘bahan-bahan’ lain, termasuk batu kerikil. Campuran tersebut kemudian akan diwarnai menjadi hitam sehingga mirip dengan kopi.

Sumber: LVMNet/Youtube

Loan mengaku pabrik kopi miliknya itu sudah beroperasi selama bertahun-tahun. Perempuan itu mengklaim sudah berhasil menjual lebih dari 3 ton ‘kopi’ ke pasaran sepanjang empat bulan pertama 2018. Media setempat melaporkan, polisi sudah mengambil sampel dari kopi produksi Loan untuk diteliti.

Ahli kimia dari Vietnam National University, Tran Hong Con menuturkan, zat berwarna hitam yang ada dalam baterai bekas adalah mangan dioksida. Bahan kimia tersebut memiliki oksidasi yang tinggi. Con mengatakan, 0,5 miligram mangan dioksida yang dicampur dengan air dapat meracuni manusia dengan risiko yang tinggi.

Keracunan mangan dioksida dapat berakibat kerusakan otak dalam jangka panjang. Kondisi tersebut jamak ditemui di antara para penambang pada abad ke-19. Keracunan mangan dioksida tidak dapat disembuhkan dan bisa mengakibatkan seseorang mengalami halusinasi berkepanjangan hingga kematian.

Logam berat lainnya juga dapat ditemui dari sebatang baterai bekas, seperti timbale, merkuri, seng, kadmium, dan racun arsenik. Bahan-bahan kimia itu dapat merusak otak, ginjal, sistem kardiovaskular, serta kesuburan manusia jika dikonsumsi terus menerus.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini