nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertama Kali di Indonesia, Dosen UNS Teliti Terciptanya Tumor

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 10:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 19 65 1888642 pertama-kali-di-indonesia-dosen-uns-teliti-terciptanya-tumor-6lBC1Zzfcs.jpg Foto: Dok UNS

JAKARTA - Tumor menjadi salah satu penyakit ganas, karena bisa menjadi pemicu kanker. Selain itu kerap kali pasien saat memeriksakan tumor, dokter mendiagnosa tumor sudah ganas. Berangkat dari hal ini, dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan penelitian agar masyarakat dapat memprediksi tumor sejak dini.

Dilansir dari laman UNS, Rabu (18/4/2018), dosen Fakultas Kedokteran UNS Surakarta dr Pradipto Subiyantoro melakukan penelitian terhadap proses terjadinya tumor melalui pemeriksaan metilasi DNA. Hal ini pertama dilakukan di Indonesia.

Metilasi DNA adalah suatu komponen kimia yang menempel pada rangkaian DNA yang mempunyai banyak fungsi. Salah satu fungsinya adalah defence mechanism, yaitu menempel pada virus, yang bertujuan membuat virus ini tidak dapat bekerja dalam menginfeksi DNA tubuh manusia.

Pradipto mengatakan, jika ada banyak virus di tubuh manusia, maka tubuh juga akan memproduksi metil dengan banyak. Ketika metil jumlahnya berlebihan, lanjut dia, ada kemungkinan metil ini juga menempel pada gen yang lain pada manusia.

“Apabila metil menempel pada gen penting, maka gen yang seharusnya dihilangkan malah tumbuh dan berkembang menjadi tumor,” ujar dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam metilasi pada gen penting dapat dimonitor dengan metoda bisulfite skuensing, hal ini untuk menghitung pertumbuhan dan percepatan jumlah metil yang menempel pada gen tersebut setiap bulan. Penelitian ini masih akan memakan waktu lama karena diperlukan penelitian lanjutan beserta pembiayaan penelitian yang tidak sedikit.

“Ini baru tahap awal karena harus dilakukan penelitian lanjutan yang membuat standarisasi ukuran agar dapat dipakai. Selain itu, biaya untuk pemeriksaan sampai saat ini masih mahal,” jelas Pradipto.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini