nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Selidiki Unsur Kelalaian Robohnya Proyek Tol Manado-Bitung

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 16:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 20 340 1889372 polri-selidiki-unsur-kelalaian-robohnya-proyek-tol-manado-bitung-4YmDOsTdIz.jpg Proyek Tol Manado-Bitung roboh. (Foto: Ist)

JAKARTA - Polisi tengah mencari tahu ada atau tidaknya unsur kelalaian pasca-robohnya jembatan penghubung jalan raya utama by pass Tol Manado-Bitung di Desa Tumaluntung Jaga XV, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara beberapa waktu lalu.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, saat ini pihaknya tengah meneliti penyebab ambruknya jembatan tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap jaminan kualitas standar oprasional prosedur (SOP).

"Yang perlu diperiksa quality assurance itu, jaminan kualitas. SOP-nya, jadi ini untuk SOP-nya seperti apa. Kalo misalnya mengecor itu harus sekian hari secara bertahap, tapi ternyata dilakukan
hanya beberapa jam, itu kan salah, itu harus diteliti di situ," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, (20/4/2018).

(Baca juga: Kronologi Robohnya Proyek Tol Manado-Bitung yang Tewaskan 2 Pekerja)

Setyo mengakui bahwa besi jembatan tersebut berkarat atau terjadi korosi, namun kata dia, korosi yang terjadi di luar besi tidak berpengaruh selama struktur besi masih kuat. "Begini, kita lihat itu di depan besi karat-karat semua. Korosi itu kan ada di luar ada di dalam tapi kalau korosi di luar enggak masalah selama dia masih mempunyai struktur yang kuat," ungkapnya.

Proyek Tol Manado-Bitung roboh.

Namun Setyo menegaskan, pihaknya akan menekan pada pelaksanaan SOP dalam pengerjaan proyek tersebut. "Itu yang kita cek. Kalau itu sudah dilanggar berarti sudah terjadi kelalaian yang mngakibatkan orang meninggal dunia," paparnya.

Jembatan yang dibangun oleh PT Wijaya Karya itu saat ini tengah dihentikan sementara pembangunannya. Sekitar 17 orang pekerja proyek pembangunan menjadi korban dalam insiden tersebut. 15 orang pekerja berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat sementara 2 orang di antaranya ditemukan dalam kondisi tewas setelah tertimbun sekitar 12 jam.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini