nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lima Awak Kapal yang Mengalami Kecelakaan di Johor Ditetapkan Sebagai Tersangka

Aini Lestari, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 18:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 20 340 1889435 lima-awak-kapal-yang-mengalami-kecelakaan-di-johor-ditetapkan-sebagai-tersangka-gNGmRPpAd5.JPG

BATAM - Jajaran Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan lima orang tersangka dalam kasus kecelakaan kapal yang mengangkut 101 TKI ilegal di Perairan Batu Putih, Johor, Malaysia pada Kamis 19 April 2018 lalu. Kelimanya merupakan awak kapal tanpa nama dengan 4 mesin berkapasitas 200 PK tetsebut.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah kami lakukan, maka kami menetapkan lima orang tersangka yakni satu orang nahkoda yang juga merupakan tekong TKI dan empat orang ABK (Anak Buah Kapal)," kata Kombes Benyamin Sapta, Direktur Polairud Polda Kepri didampingi oleh Kombes S Erlangga dan Kepala Bidang Informasi Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam, Irwanto Suhaili dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Ditpolairud Polda Kepri, Jumat (20/4/2018).

Kelima tersangka yakni Hoatong alias Athong yang merupakan nahkoda sekaligus tekong TKI dan Andi Rimba Trimalma, Muhammad Yunus alias Yunus, Zainal serta Yudi Ramdani yang merupakan ABK speedboat abu-abu bermesin tempel 4 x 200 PK. Para tersangka ini dijerat dengan pasal 120 ayat (1) UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian jo pasal 323 ayat (I) jo Pasal 219 ayat (I) UU RI Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

Selain menetapkan 5 orang tersangka, polisi juga menyita kapal pengangkut ratusan TKI ilegal tersebut sebagai barang bukti. "Kami akan terus melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka. Sedangkan untuk para TKI ini, kami akan berkoordinasi dengan pihak BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) dan Imigrasi untuk proses pemulangan mereka," kata Benyamin.

Pemeriksaan tak hanya dilakukan terhadap para tekong dan ABK kapal namun juga TKI yang menjadi korban kecelakaan kapal. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa TKI yang memiliki paspor hanya 24 orang saja. Ketidaklengkapan dokumen inilah yang membuat para korban memilih jalur gelap untuk pulang ke kampung halaman. "Sebagian besar mereka ini tidak punya paspor, sehingga memilih pulang melalui jalur tidak resmi. Dan untuk pulang ini, mereka dimintai biaya mulai dari 1.000 hingga 1.500 Ringgit Malaysia," ujar Benyamin.

Benyamin menjelaskan, para TKI ilegal kerap dengan sengaja menghilangkan dokumen berupa paspor yang dimiliki. Hal ini untuk menghindari penindakan hukum oleh pihak kepolisian atau imigrasi Malaysia. "Mereka masuk menggunakan paspor pelancong. Dan sesuai ketentuannya, mereka hanya diperbolehkan berada di sana selama satu bulan dan harus kembali ke Indonesia. Tapi kan tidak seperti itu. Mereka di sana bisa bertahun-tahun, makanya saat mau pulang, dokumennya dihilangkan dan lewat jalur gelap. Ini modus uang selalu digunakan para TKI ilegal ini," kata Benyamin.

Sementara itu, Irwanto Suhaili selaku Kepala Bidang Informasi Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam yang juga hadir dalam konferensi pers mengatakan, pihak Imigrasi akan mengambil data geometik kepada para TKI yang tidak memiliki paspor. Pengambilan data geometik ini dilakukan untuk dapat melakukan pencegahan di kemudian hari. "Data geometik yang akan diambil ini seperti sidik jari dan foto masing-masing dari mereka. Data ini akan kami kirimkan ke Dirjen Imigrasi, ke kantor-kantor Imigrasi setiap daerah dan juga ke pihak Malaysia agar mereka tahu atas kejadian ini," katanya.

Selain itu, pendataan ini juga bertujuan untuk mencegah kembali masuknya para TKI ilegal ini ke Malaysia. Dan dengan adanya pendataan geometik tersebut, maka pihak Imigrasi dapat menunda penerbitan paspor baru kepada para TKI ini. "Kalau suatu saat mereka mengajukan permohonan pembuatan paspor lagi di daerah manapun, maka akan ketahuan. Dan dengan demikian, kamtor Imigrasi yang bersangkutan dapat menunda menerbitkan paspor baru untuk mereka," kata Irwanto.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini