nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Dua Permintaan Warga Baduy Kepada Pemerintah Lebak

Rasyid Ridho , Jurnalis · Sabtu 21 April 2018 03:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 21 340 1889615 ini-dua-permintaan-warga-baduy-kepada-pemerintah-lebak-V7uLMxTWye.jpg SBY hadiri Seba Baduy (Foto: Rasyid/Okezone)

SERANG - Warga Baduy dari pedalaman Kabupaten Lebak, Banten akhirnya sampai di Pendopo Bupati Lebak untuk bertemu dengan Bapak Gede menyampaikan keinginannya kepada pemerintah. Jumat (20/4/2018) malam.

Sebelum bertemu, sebanyak 1.388 warga baduy harus menempuh perjalanan puluhan kilometer, menembus hutan serta terjal curam perbukitan. Namun, masyarakat Baduy Dalam khususnya tidak terlihat lelah meski berjalan sejauh 55 kilometer tanpa alas kaki dengan barang bawaan hasil bumi yang akan diberikan kepada kepala daerah atau Bapak Gede.

Jaro Tanggungan 12 Saidi Putra dihadapan Pjs Bupati Lebak Ino S Rakawita menyampaikan bahwa warga Baduy menginginkan adanya pengukuhan atau pengakuan desa adat Baduy.

"Kami masyarakat desa adat pengen tidak ada lagi desa selain desa adat kanekes umumnya itu Baduy, mohon dukungannya dari pemerintah daerah maupun pusat pengukuhan desa adat," kata Saidi dihadapan jajaran Pemda Lebak.

 

Selain itu, Saidi juga meminta adanya perbaikan jalan dari Rangkasbitung-Ciboleger yang saat ini dalam kondisi rusak. "Jalan dari Rangkasbitung ke Ciboleger kami naik angkutan umum dari ongkos seratus perak masih gitu-gitu ajah (rusak)," ujarnya.

Menurutnya, warga Baduy yang terpenting diberikan kesuburan lahan pertanian untum ditahun depan, diberikan kemakmuran, keberkahan. "Diberikan kesalamatan, aman, uman, amin," katanya.

Menanggapi permintaan dari warga Baduy, Pjs Bupati Ino S Rakawita mengaku bahwa saat ini Pemda Lebak sedang membahas terkiat pengukuhan desa adat baduy.

"Tahun ini jalan dari Rangkasbitung-Coboleger juga akan dibangun, akan hotmik. Nanti dari Rangkas ke Ciboleger cuma semenit," katanya.

 

Untuk diketahui, perayaan Seba bagi masyarakat Baduy merupakan upacara persembahan rasa syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas hasil bercocoktanam pertanian ladang selama setahun yang berlimpah.

 

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini