Seorang Reporter Tewas Ditembak di Tengah Laporan Langsung Demonstrasi Nikaragua

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 22 April 2018 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 22 18 1890005 seorang-reporter-tewas-ditembak-di-tengah-laporan-langsung-demonstrasi-nikaragua-hoTxNOaZVO.jpg Foto: Reuters

MANAGUA – Seorang reporter tertembak dan terbunuh di tengah laporan langsung demonstrasi anti-pemerintah yang diwarnai kekerasan di Nikaragua pekan ini. Jumlah korban tewas dalam demonstrasi yang telah memasuki hari keempat ini dilaporkan telah mencapai 25 orang.

Reporter yang diidentifikasi media Nikaragua sebagai Angel Gahona itu melaporkan secara langsung demonstrasi yang terjadi di Kota Bluefield, di selatan Nikaragua ketika terdengar suara tembakan dan dia roboh dengan kepala berdarah. Gahona sedang memberitakan mengenai mesin uang yang rusak dengan ponsel dan juru kamera di belakangnya.

BACA JUGA: Sedikitnya Tiga Orang Tewas dalam Demonstrasi Anti-Pemerintah di Nikaragua

Tembakan itu mengakhiri komentarnya, membuat Gahona jatuh dari tangga di depan gedung. Dia tergeletak sementara orang-orang meneriakkan namanya dan mencoba memberi pertolongan.

Reuters, Minggu (22/4/2018) melaporkan, baik pihak berwenang di Ibu Kota Managua maupun Palang Merah di negara itu yang dapat mengonfirmasi detail dari kejadian yang dengan cepat menyebar ke berbagai media lokal, nasional dan internasional.

Tidak diketahui siapa yang melepaskan tembakan, tetapi surat kabar La Prensa mengatakan bahwa hanya polisi yang menghadapi kelompok demonstran yang memiliki senjata di sana.

Sebelum insiden itu, Palang Merah mengatakan sedikitnya enam orang tewas sejak protes dimulai pada Rabu. Demonstrasi berlangsung di kota-kota di seluruh Nikaragua menentang rencana pemerintah untuk meningkatkan kontribusi pekerja dan mengurangi jumlah pensiun. Unjuk rasa besar-besaran ini menyebabkan krisis bagi Pemerintahan Presiden Daniel Ortega.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia lokal melaporkan bahwa sedikitnya 25 orang telah tewas pada Sabtu. Juru Bicara Palang Merah Nikaragua, Lisett Guido mengatakan bahwa Palang Merah tidak bisa memastikan jumlah total baru, hanya mengatakan bahwa dia sadar akan lebih banyak korban tewas.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini