nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG: Hingga Kini Banjarnegara Sudah 8 Kali Diguncang Gempa Susulan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 22 April 2018 11:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 22 512 1889952 bmkg-hingga-kini-banjarnegara-sudah-8-kali-diguncang-gempa-susulan-xN0bc9GCMT.jpg Ilustrasi Gempabumi (foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sudah ada 8 gempa susulan mengguncang daerah Banjarnegara, Jawa Tengah sejak Sabtu malam hingga pagi ini. Tercatat, ada 2 orang yang terluka akibat gempa susulan itu.

‎Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono mengatakan,kekuatan terbesar gempa yang terjadi pada Sabtu malam hingga Minggu pagi mencapai 3,4 Skala Richter (SR). Sedangkan yang terkecil, 1,7 SR.

Petugas Gabungan Bersama Relawan Bantu Bersihkan Puing Akibat Gempa Banjarnegara Kondisi Banjarnegara Usai Diguncang Gempa (foto: Antara)

(Baca Juga: Gempa Susulan 3,4 SR Guncang Banjarnegara, Warga Panik)

"Gempa susulan terbaru ‎yang teranalisa magnitudonya 3,4 terjadi pada Sabtu, 21 April 2018 pukul 18.19 WIB," kata Daryono kepada Okezone, Minggu (22/4/2018).

Menurut Daryono, gempa tersebut dirasakan cukup kuat di Kecamatan Kalibening. Sebab, berdasarkan laporan, seluruh warga daerah tersebut merasakan guncangan yang cukup kuat hingga mengakibatkan adanya korban luka ringan.

"Dampak gempa susulan ini menyebabkan dua orang mengalami luka ringan dan tiga orang mengalami shock," terangnya.

Daryono menjelaskan, dua orang warga yang terluka tersebut akibat tertimpa bangunan rubuh yang rumahnya sudah retak sejak kejadian gempa besar pada Rabu, 18 April 2018, lalu.

"Berdasarkan analisa, karakteristik gempa Kalibening ini cukup unik karena kedalaman hiposenter yang sangat dangkal sehingga berdampak guncangannya meski magnitudonya kecil," paparnya.

BMKG pun mengupayakan untuk melakukan monitoring antisipasi adanya gempa susulan berikutnya. Kata Daryono, pihaknya melakukan rekonfigurasi sensor seismik untuk meningkatkan akurasi monitoring gempa susulan atau aftershocks.

"Ini penting dilakukan agar sensor seismik BMKG mengelilingi klaster episenter gempa susulan susulan yang sudah terdeteksi sebelumnya," ujarnya.

(Baca Juga: 6 Orang Terluka Imbas Gempa Susulan 3,4 SR di Banjarnegara)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini