nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih dari 50 Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Pusat Registrasi Kabul

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 23 April 2018 10:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 23 18 1890184 lebih-dari-50-orang-tewas-dalam-serangan-bom-bunuh-diri-di-pusat-registrasi-kabul-Zf2Mphwezq.jpg Foto: Reuters.

KABUL – Korban tewas serangan bom bunuh diri di pusat registrasi pemilih dan identitas diri di Kabul, Afghanistan bertambah menjadi lebih dari 50 orang. Juru bicara kementerian kesehatan publik Afghanistan mengatakan, saat ini sedikitnya 57 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan itu.

Kelompok militan ISIS mengklaim bertanggungjawab atas serangan paling serius terhadap persiapan pemilihan umum tersebut.

Pemerintahan Presiden Ashraf Ghani mendapat tekanan dunia internasional untuk segera menggelar pemilihan umum di Afghanistan. Pemilihan rencananya akan digelar pada Oktober dan proses pendaftaran telah dibuka mulai bulan ini.

BACA JUGA: Ledakan Bom Bunuh Diri di Kabul Tewaskan Lebih dari 30 Orang

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Najib Danesh mengatakan, pelaku mendekati pusat pendaftaran di mana petugas menerbitkan kartu identitas diri dengan berjalan kaki sebelum memicu bom dan meledakkan dirinya.

Ledakan yang terjadi menghancurkan mobil-mobil dan jendela gedung-gedung sekitar sehingga memenuhi jalan dengan puing-puing.

Presiden Ashraf Ghani mengecam serangan ini, tetapi menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan melemahkan proses demokrasi Afghanistan.

Foto: Reuters

Insiden itu adalah ledakan paling mematikan di Kabul sejak ledakan yang menewaskan sekira 100 orang pada Januari. Ledakan itu terjadi setelah adanya peringatan berulangkali bahwa militan dapat mencoba mengganggu proses pemilihan.

Warga Afghanistan menyuarakan kekesalan mereka atas kegagalan pemerintah menjaga keamanan ibu kota. Selain ledakan di Kabul, sebuah pusat pendaftaran lain di Kota Pul-i Khumri juga menjadi sasaran serangan bom yang menewaskan enam orang dan melukai tiga lainnya.

"Mereka harus menjaga negara agar tetap aman, jika mereka tidak bisa, orang lain harus berada di tempat mereka," kata Sajeda, seorang warga Kabul yang terluka dalam ledakan tersebut bersama tiga anggota keluarganya yang mengantre untuk mendapatkan kartu identitasnya.

Pemungutan suara dapat ditunda sampai tahun depan jika pendaftaran pemilih tidak dapat diselesaikan sebelum musim dingin.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini