nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Warga Klungkung Bali Tewas Terseret Arus di Pantai Klotok

Nurul Hikmah, Jurnalis · Selasa 24 April 2018 22:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 24 340 1891082 3-warga-klungkung-bali-tewas-terseret-arus-di-pantai-klotok-v9YIVK23HV.jpg Ilustrasi Tenggelam (foto: Shutterstock)

KLUNGKUNG - Tiga orang warga Klungkung tewas terseret arus saat air pasang di Pantai Watu Klotok, Klungkung, Bali pada Senin 23 April 2018 sekira pukul 11.00 Wita.

Ketut Gede Ardana, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengatakan, bahwa upaya pencarian yang sejak kemarin dilakukan oleh Basarnas Bali (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar) bersama potensi SAR lainnya akhirnya membuahkan hasil.

(Baca Juga: Peselancar Asal Australia Tewas Terseret Ombak di Pantai Suluban)

"Laporan awal yang kami terima dari Gede Santosa, PMI Klungkung. Saat itu kami sudah mengerahkan 1 tim rescue melakukan penyisiaran di sekitar lokasi dengan menggunakan 1 unit RIB, rubber boat dan juga ada SRU darat yang menyisiri bibir pantai. Namun saat itu belum membuahkan hasil,” jelas Ardana di Klungkung, Selasa (24/4/2018).

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan warga kejadian tragis itu bermula saat Ni Wayan Sutami (62) melakukan ritual penglukatan atau membersihkan diri bersama suaminya, tiba-tiba saja gelombang tinggi datang dan arusnya menyeret korban.

Dua orang yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan, namun nasib sial tak dapat dielakan, justru mereka ikut terseret arus dan menghilang.

Tenggelam 

Diketahui identitas 2 korban lainnya atas nama I Wayan Sobra dan I Wayan Budi Astrawan (29). “Kami tadi pagi mengerahkan sebanyak 15 personil Basarnas Bali dikerahkan untuk melaksanakan penyisiran di laut dan darat sepanjang bibir pantai,” paparnya.

Pihaknya melibatkan potensi SAR dari BPBD, Sabhara Polda Bali, Polres, Koramil, Polair, Balawista, PMI, Rapi dan masyarakat setempat. Pencarian dilakukan pada radius 7,6 NM di sekitar lokasi korban tenggelam.

Pada akhirnya pada pukul 14.12 Wita tim SAR gabungan berhasil menemukan korban atas nama I Wayan Budi Astrawa sekitar 400 meter arah tenggara dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia.

Jenazahnya langsung dievakuasi dan dibawa menuju rumah duka menggunakan ambulance PMI. Tidak berselang lama, korban kedua kembali ditemukan sekira pukul 14.23 Wita yakni I Wayan Sobra (30).

(Baca Juga: Jasad Nelayan Terombang-ambing Puluhan Meter di Dalam Laut)

Tubuh yang sudah tak bernyawa ditemukan 800 meter arah tenggara dari lokasi kejadian, selanjutnya diantar ke rumah duka dengan ambulance BPBD.

Ketika pencarian korban ke tiga masih berlangsung, diperoleh informasi bahwa ada penemuan mayat perempuan dengan masih mengenakan kamen di sekitar perairan pantai Matahari Terbit oleh nelayan setempat pada pukul 15.40 Wita. Tim RIB segera meluncur ke lokasi penemuan jenasah Ni Wayan Sutani, tepatnya pada 9 NM radial arah barat daya dari lokasi ia terseret arus dan menghilang.

"Korban terakhir yang telah dievakuasi tim SAR gabungan selanjutnya dievakuasi ke RSUP Sanglah dengan menggunakan ambulance BPBD Kota Denpasar," tutupnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini