Polda Jabar Ancam Sanksi Pelaku Miras Oplosan Hukuman 20 Tahun Penjara

CDB Yudistira, Okezone · Selasa 24 April 2018 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 24 525 1890888 polda-jabar-ancam-sanksi-pelaku-miras-oplosan-hukuman-20-tahun-penjara-ElDYl8be14.jpg Pemusnahan botol miras oplosan (Foto: Antara)

BANDUNG – Menindaklanjuti instruksi langsung Wakapolri Komjen Syafruddin, Polda Jawa Barat (Jabar) mengancam produsen, penjual, atau pengedar minuman keras (miras) oplosan dengan tindakan tegas. Polda Jabar akan menjatuhkan sanksi terhadap pelaku miras dengan hukum hingga 20 tahun penjara.

"Tindakan kita, akan kita proses. Yang memproduksi, menjual, membagi-bagikan kena Pasal 204 KHUP sanksinya 15 tahun. Kalau ada yang meninggal dunia 20 tahun," kata Kabid Humas Polda Jabar, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, saat ditemui di Mapolda Jabar, Bandung, Selasa (24/4/2018).

Truno mengakui, pihaknya saat ini tidak bisa menjamin wilayah hukumnya bebas dari miras oplosan jelang bulan Ramadan. Meski begitu, pihaknya berani menjamin jika masih ada temuan miras oplosan, akan diproses hukum secara tegas.

"Kalau untuk penjaminan, kita jamin akan lakukan penindakan. Tetapi kalau masih ada juga, kita butuh secara efektif kerjasama dengan semua stakeholder untuk menghentikan produksi (miras oplosan) ini," ungkapnya.

Sejauh ini, untuk memberantas miras oplosan, lanjut Truno, pihaknya telah melakukan razia besar-besaran. Tak hanya lewat razia, ia menjelaskan, Polda Jabar juga membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, seperti tokoh masyarakat.

miras

"Namun yang efektif kita lakukan himbauan para stakeholder, kepada para ulama, tokoh pemuda dan semuanya turut serta mencegah. Ini kan penyakit masyarakat. Kita bahu-membahu bersama-sama menginformasikan, nanti Polri akan melakukan tindakan," katanya.

Sekadar diketahui, Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menginstruksikan jajarannya untuk memastikan tidak ada miras oplosan yang beredar, jelang bulan puasa.

(Baca Juga: Ini Kandungan Miras Oplosan Bandung yang Tewaskan Puluhan Orang)

Jenderal bintang tiga tersebut tak segan-segan memberhentikan, Kapolda, Kapolres, hingga Kapolsek serta anggota polisi yang tidak menindak tegas miras oplosan di wilayah.

miras

Instruksinya tersebut bukan tanpa alasan. Sekadar diketahui, beberapa kasus miras oplosan telah merenggut puluhan nyawa masyarakat. Bahkan yang menjadi sorotan Mabes Polri, seperti peristiwa yang terjadi di Cicalengka, Kabupaten Bandung Barat. Puluhan orang tewas usai menenggak miras oplosan berbahan baku methanol dan alkohol.

(Baca Juga: Ini Jejak Pelarian Bos Miras Oplosan)

Sebanyak 45 orang tewas usai menenggak miras itu. Peristiwa itu dijadikan Kejadian Luar Biasa (KLB). Tak hanya di Cicalengka, beberapa kejadian orang tewas usai menenggak miras oplosan juga terjadi di beberapa wilayah lainnya, seperti di Surabaya, Banyumas, Jakarta dan masih banyak lainnya.

 

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini