Peringati Hardiknas, Kesejahteraan Guru PAUD Masih Jadi PR

Susi Fatimah, Okezone · Kamis 26 April 2018 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 26 65 1891654 peringati-hardiknas-kesejahteraan-guru-paud-masih-jadi-pr-Kvueu8TZan.jpg Foto: Susi/Okezone

MATARAM - Mempengari Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar sejumlah kegiatan di antaranya lomba mewarnai untuk murid-murid PAUD dan lomba mendongeng bagi tenaga pendidik.

Pantauan Okezone, Kamis (26/4/2018), sebanyak 150 murid PAUD dan TK terlihat antusias mengikuti lomba mewarnai. Mereka berasal dari berbagai sekolah di Mataram dan Lombok.

Sementara lomba mendongeng akan dilaksanakan pada Senin 30 April 2018, yang diikuti oleh 50 peserta.

Kepala BP PAUD NTB Eko Sumardi berharap dalam momen Hardiknas ini ke depan anak-anak PAUD dapat memiliki karakter yang kuat. Oleh karenanya, penting memberikan muatan-muatan pendidikan karakter kepada anak-anak PAUD.

"Apalagi jumlah satuan pendidikan PAUD ini sangat banyak, tetapi kita lihat dari sarana prasarana, SDM, guru dan kompetisi masih banyak pekerjaan rumahnya," tutur Eko kepada Okezone.

Eko mengatakan, guru-guru PAUD saat ini sebagian besar masih berpendidikan terakhir SMA dan SMK yang tidak pernah dibekali bagaimana cara mendidikan dan mengajar anak. Ia berharap kedepan bisa membekali para guru PAUD ini agar memiliki skill dalam mendidik dan mengajar.

"Anggaran untuk diklat ini kan besar. Kami ciptakan terobosan dengan menciptakan aplikasi diklat dasar yang diberi nama e-training. Pembelajaran bisa dilakukan online dimana pun dan kapan pun," katanya.

Selain itu, sambung Eko, persoalan kesejahteraan guru PAUD juga masih menjadi PR bagi pemerintah. Saat ini, kesejahteraan guru PAUD masih minim yaitu maksimal Rp300 ribu per bulan. Oleh karenanya tidak heran bila kebanyakan guru PAUD bekerja secara sukarela. Sebab, anggaran dari APBN tidak mampu untuk membayarkan gaji bagi para guru PAUD tersebut.

"Dengan jumlah satuan PAUD mencapai puluhan ribu pemerintah pusat tidak mampu, tidak memungkinkan dengan APBN. Sementara APBD juga sama," tuturnya.

Beberapa daerah, kata Eko, menggunakan sebagian APBD untuk memberikan uang intensif kepada guru PAUD dengan nominal yang masih kecil yaitu antara Rp200-300 ribu per bulan.

"Memang kebanyakan mereka bekerja ikhlas. Makanya ini menjadi PR nasional," tutupnya.

Peringati Hardiknas

BP PAUD NTB gelar lomba mewarnai (Foto: Susi Fatimah/Okezone)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini