nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Empat Daerah Penyelenggara Pilkada Rawan Konflik, Polda Papua Siapkan Pengamanan Ekstra

Edy Siswanto, Okezone · Jum'at 27 April 2018 16:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 27 340 1892122 empat-daerah-penyelenggara-pilkada-rawan-konflik-polda-papua-siapkan-pengamanan-ekstra-Zs14UUA0D4.JPG Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar (Foto: Edy Siswanto/Okezone)

JAYAPURA – Dalam Pilkada Serentak 2018 di Papua, terdapat empat kabupaten yang ditengarai rawan konflik. Karena itu, pihak kepolisian bersama petugas gabungan akan memperketat pengamanan di empat daerah yang menyelenggarakan pilkada itu.

Kapolda Papua, Irjen Boy Rafli Amar menyebut, keempat daerah itu meliputi Kabupaten Paniai, Kabupaten Puncak, Kabupaten Biak Numfor, dan Kabupaten Mimika.

"Aspek keamanan kita sudah memperkuat di Paniai, Puncak Ilegal, Mimika di tempat-tempat ini kita upayakan keamanan diperkuat," kata Kapolda di Mako Brimob Polda Papua, sesaat setelah serah terima jabatan (sertijab) Dansat Brimob, Jumat (27/4/2018).

Ia mengungkapkan, pihaknya saat ini telah menyiapkan rencana pengamanan di wilayah-wilayah tersebut, termasuk kabupaten lain penyelenggara pesta demokrasi Pilkada 2018.

"Kalau Polda Papua sendiri kita sekitar 7.000 personel dan sudah tersebar di wilayah-wilayah penyelenggara pilkada. Akan ada kekuatan backup itu sekitar 600-700 personel dari Papua Barat. Nanti sekitar bulan Juni selesai Hari Raya (Idul Fitri-red) baru datang," ungkapnya.

Untuk personel backup dari Polda Papua Barat, kata Kapolda, akan ditempatkan di beberapa wilayah, di antaranya Nabire, Dogiyai, Paniai, Mimika, dan Kabupaten Biak Numfor. Sementara wilayah gunung akan diterjunkan personel di Polda Papua termasuk Bintara baru.

"Semua terploting. Bintara baru sekitar 300 personel, termasuk Brimob Polda Papua sudah disebar ke wilayah pegunungan," ucapnya.

Meski pengamanan telah diperkuat, Boy Rafli menegaskan, saat ini pihaknya masih mengedepankan dialog dengan berbagai untuk meminimalkan terjadinya konflik.

(Baca Juga: Polda Papua Antisipasi 4 Wilayah Rawan Konflik Pilkada)

"Upaya dialog kita kedepankan dengan semua pihak agar meminimalkan adanya kekerasan. Termasuk kita sudah melakukan pertemuan dengan pihak KPU dan Bawaslu Papua untuk update penyelesaian sengketa," katanya.

Jika terjadi konflik, kata Kapolda, pihaknya akan mengedepankan penanganan bersifat persuasif yang sesuai dengan standard operating procedure (SOP).

"Termasuk penggunaan senjata api. Tidak diperkenankan menggunakan peluru tajam.Ini pesta demokrasi. Adapun permasalahan harus bisa diselesaikan dengan baik," pungkasnya.

 

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini