nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wujudkan Kampung KB, TMKK Nasional 2018 Diresmikan di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 02 Mei 2018 12:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 02 1 1893560 wujudkan-kampung-kb-tmkk-nasional-2018-diresmikan-di-kabupaten-hulu-sungai-utara-QnU1OYFpNe.jpeg TMKK Nasional 2018 diresmikan di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan (Foto: Dimas Andhika Fikri/Okezone)

BERTEPATAN dengan hari jadi Kabupaten Hulu Sungai Utara ke-66, pada Selasa 2 Mei 2018, sejumlah pejabat Indonesia termasuk Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BKKBN Sigit Priohutomo, serta perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia, resmi mencanangkan bakti sosial TNI Manunggal Keluarga Berencana Kesehatan Tingkat Nasional Tahun 2018 di Lapangan Pahlawan Amuntai, HSU, Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbiri Noor beserta istri Hj Raudatul Jannah SKM, Kapolda Kalsel Brigadir Jenderal Polisi Drs Rachmat Mulyana, Bupati HSU Drs H Abdul Wahid HK, Ketua TP PKK Dra Hj Anisah Rasyidah Wahid, Wakil Bupati HSU H Husairi Abdi Lc, Komandan Komando Resort Militer 101/Ant Kolonel Inf Yudianto Putrajaya, serta Dandim 1001 Amuntai Letkol CPN Sundoro Agung Nugroho.

Terkait dengan peresmian ini, Kepala BKKBN Sigit Priohutomo, mengatakan bahwa pembentukan Kampung KB dan berbagai kegiatan bakti sosial tahun ini memiliki arti penting karena sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo. Pembentukan Kampung KB menjadi poros pembangunan di tingkat desa dengan memprioritaskan sinergitas pembangunan fisik dan non fisik di desa tersebut.

Tujuannya adalah untuk pengentasan kemiskinan dan pemenuhan asupan gizi anak balita mulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), khusus pada daerah yang terdata sebagai daerah stunting.

Perlu diketahui bahwa saat ini Indonesia mengalami permasalahan gizi ganda, yaitu kekurangan gizi seperti wasting (kurus) dan stunting (pendek) pada balita, anemia pada remaja dan ibu hamil, serta kelebihan gizi termasuk obesitas pada balita maupun orang dewasa.

“Sekitar 37 persen (hampir 9 juta) anak balita mengalami stunting (Riskesdas 2013, dan Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar. Anak kerdik yang terjadi di Indonesia sebenarnya tidak hanya dialami oleh keluarga yang miskin dan kurang mampu. Stunting juga dialami keluarga yang tidak miskin atau yang berada di atas 40 persen tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi,” papar Sigit.

Dengan demikian, pembentukan program Kampung KB diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, khususnya bagi penduduk yang tinggal di wilayah miskin, padat penduduk, kurang memiliki akses kesehatan, terpencil, pesisir, kumuh, dan kesertaa ber-KBnya masih rendah.

Sigit juga menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap jajaran TNI sampai dengan lini bawah atas dukungan dan kerja samanya untuk mensukseskan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), melalui kegiatan bakti sosial TNI Manunggal KB Kesehatan.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya Bupati HSU sehingga acara pencanangan Kampung KB ini berjalan dengan lancar dan sukses.

“Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaran TNI karena telah bekerja sama dengan baik bersama BKKBN, tidak hanya untuk acara ini saja tetapi di semua program-program kependudukan di seluruh Indonesia,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Hadi mengatakan, dengan melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Hulu Sungai Utara, ia yakin asupan gizi masyarakat Amuntai dan sekitarnya dapat terpenuhi secara kesuluruhan, sehingga target Indonesia Emas di tahun 2045 tahun nanti dapat tercapai.

Hadi menambahkan, SDM yang tangguh tentu meningkatkan derajat nasional, ketahanan nasional, sehingga secara keseluruhan Indonesia menjadi bangsa yang kuat adil dan makmur. Oleh karena itu, berdasarkan kebijakan pembangunan Nasional 2015-2019, BKKB diberi mandat langsung oleh presiden untuk mendukung program pembangunan nasional sesuai dengan Nawa Cita yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Jadi agenda prioritas BKKBN itu adalah Nawa Cita kelima yakni, meningkatkan kualitas hidup manusia, sekaligus Nawa Cita kedelapan untuk mengangkat harga diri bangsa melalui revolusi mental. Ini harus kita dukung penuh,” jelas Hadi.

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Utara menjelaskan bahwa terpilihnya Kabupaten HSU menjadi tuan rumah TMKK 2018 menjadi sebuah kebanggaan tersendiri dan dinilai sangat relevan, mengingat angka stunting di daerah tersebut mengalami penurunan dari 59 persen menjadi 31 persen. Kabupaten HSU juga mendapat apresiasi besar dari Kementerian Kesehatan karena berhasil melakukan eleminasi TBC sebanyak 94 persen, serta menekan angka pernikahan dini dan perceraian.

“HSU berhasil menurunkan angka stunting dan TBC secara signifikan dan membutuhkan dukungan pemerintah Pusat untuk terus melakukan perbaikan dan menambah sarana prasana penunjang kesehatan,” ujarnya.

Kemeriahan TMKK Nasional 2018 di Hulu Sungai Utara

Pencanangan TNI Manunggal KB Kesehatan 2018 berlangsung sangat meriah dan sukses besar. Program besutan BKKBN dan TNI ini mendapatkan respons positif dari masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara. Setidaknya terdapat 70 buah stand untuk SOPD Kabupaten/Kota yang ikut memeriahkan acara TMKK Nasional 2018.

Salah satu stand yang berhasil perhatian Okezone adalah stand milik Persatuan Istri Tentara (PERSIT). Di stand ini, para anggota PERSIT menjajakan hasil kerajinan tangan yang mereka produksi sendiri dengan mengusung konsep kebudayaan lokal.

Ada banyak sekali kerajinan tradisional yang dapat dibeli para pengunjung seperti kain batik Sasirangan, kerajinan Purun, baju adat dan camilan-camilan khas Kalimantan Selatan, hingga aksesoris-aksesoris cantik yang dibanderol dengan harga terjangkau.

“Kalau kain kami menjual mulai dari Rp80 ribu sampai Rp3 jutaan. Tergantung tingkat kesulitannya,” tutur Ibu Iskandar, salah satu anggota PERSIT Korem 101 Antasari saat ditemui Okezone.

Selain itu, ada pula stand khusus yang dibuka oleh TNI AD, AU, dan AL dengan beragam informasi-infomasi menarik seputar dunia militer. Stand ini menjadi salah satu stand paling ramai yang dikunjungi para pengunjungi, untuk sekadar berbincang ringan maupun berswa foto.

Setelah puas menyisiri deretan stand, Okezone kemudian mendatangi area bakti sosial yang telah dipenuhi oleh penduduk setempat yang sedang mengantre untuk mendapatkan perawatan medis secara cuma-cuma.

Pencanangan TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) Tingkat Nasional ditutup dengan pemukulan bedug dan pelepasan balon. Lalu dilanjutkan dengan penandatangan prasasti jalan, penyerahan bantuan sembako, penyerahan sepeda kepada anak rawan putus sekolah, penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan penyerahan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini