Share

Mendes Paparkan Keberhasilan Pembangunan Desa ke PBB

Rizka Diputra, Okezone · Kamis 03 Mei 2018 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 03 18 1894167 mendes-paparkan-keberhasilan-pembangunan-desa-ke-pbb-yWENgoda7j.JPG Mendes PDTT paparkan keberhasilan pembangunan desa di hadapan PBB (Foto: Dok. Kemendes PDTT)

ROMA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo memaparkan keberhasilan pembangunan desa kepada badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak di bidang pangan, Food and Agricultural Organization (FAO). Salah satu desa sukses yang dipamerkan ialah Desa Pujon Kidul di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Kebijakan dana desa yang diimplementasikan oleh pemerintah Indonesia telah memberi perubahan bagi wajah Desa Pujon Kidul. Pendapatan masyarakat kini meningkat. Para pemuda desa juga tergerak untuk berkontribusi,” ujar Menteri Eko sembari memperlihatkan video “Era Baru Desa Pujon Kidul” di hadapan para petinggi FAO, di Roma, Italia, Rabu 2 Mei 2018.

Sedangkan dalam aspek kerjasama dengan sektor swasta untuk pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), Menteri Eko memperlihatkan kesuksesan Desa Wanga di Kabupaten Sumba Timur, NTT dalam mengoptimalkan luasnya lahan dengan menanam tebu. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan syarat utama keberhasilan pengembangan Prukades.

“Program dana desa dan Prukades dengan model klaster akan mempunyai skala produksi yang cukup dan terintegrasi secara vertikal. Program yang melibatkan banyak pemangku kepentingan termasuk sektor swasta dan perbankan dianggap merupakan pendekatan baru yang bisa diterapkan di negara-negara berkembang lain,” sambungnya.

Program-program percepatan pembangunan desa di Indonesia kata dia, langsung diapresiasi FAO. Menteri Eko mengatakan, FAO nantinya akan mempelajari lebih jauh program tersebut dan akan mendukung pendekatan yang diterapkan pemerintah Indonesia.

“FAO mengapresiasi business model pembangunan pedesaan di Indonesia. Ke depan, mereka akan menyesuaikan programnya untuk mendukung business model kita, terutama Prukades,” pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini