nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Tewas Proyek Galian di Pluit Tak Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 03 Mei 2018 04:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 03 338 1893863 korban-tewas-proyek-galian-di-pluit-tak-dilindungi-bpjs-ketenagakerjaan-p4V8nOoNM8.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno menyebut, Tarno, seorang pekerja yang harus meregang nyawa akibat tertimbun pengerjaan gorong-gorong di Jalan Jembatan III, Penjaringan, Jakarta Utara pada Rabu (2/5/2018) pagi dinihari, ternyata tak dilindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Sandiaga mengimbau kepada seluruh kontraktor dan BUMD yang mempekerjakan karyawan di lapangan untuk mendaftarkan pegawainya ke BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, mereka itu amat rentan tertimpa insiden ketika sedang bekerja.

"Ternyata Pak Tarno tak dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Karena itu, kita juga gunakan kesempatan ini untuk mengimbau seluruh pekerja yang ada di lingkungan Pemprov DKI dan BUMD untuk mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sehingga kita tidak mau musibah datang pada kita. Tapi, seandainya musibah ada, keluarganya bisa mendapatkan jaminan sosial," kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018).

Diketahui, pekerja yang tewas merupakan karyawan dari salah satu BUMD, yaitu PAM Jaya. Kini, pihaknya telah memerintahkan mereka untuk melakukan investigasi dan diimbau untuk segera melaporkan kepada Kadisnaker DKI Jakarta, Priyono.

"PAM Jaya masih menginvestigasi dan mengumpulkan data-data teknis dan masih mengumpulkan informasi. Akan dilaporkan ke kami insya Allah besok oleh Bapak Kadisnaker," jelasnya.

(Baca Juga: Pemprov DKI Panggil PT Palyja Terkait Tewasnya Pekerja)

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya akan mengevaluasi terkait insiden tersebut. Bila ditemukan pelanggaran, Pemprov akan memberi sanksi kepada PAM Jaya.

"Kami juga akan mengevaluasi apa yang terjadi secara teknis dan, seandainya ada pelanggaran, (Pemprov) akan memberikan sanksi secara tegas," pungkasnya.

(Baca Juga: Palyja Pastikan Pekerja Tewas di Gorong-Gorong Pluit Bukan Pegawainya)

Tarno meninggal dunia kemarin usai tertimbun di gorong-gorong Jalan Jembatan III, Penjaringan, Jakarta Utara. Ada empat orang yang terperosok, tapi lainnya selamat, kecuali Tarno.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini