nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Tabanan Resmi Membuka Kick Off dan Workshop Konsolidasi Internal RIF

Nurul Hikmah, Jurnalis · Kamis 03 Mei 2018 16:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 03 340 1894116 bupati-tabanan-resmi-membuka-kick-off-dan-workshop-konsolidasi-internal-rif-UOBeurZRHo.jpg Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti Buka Kick Off dan Workshop Konsolidasi Internal RIF (foto: Ist)

TABANAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti membuka acara Kick Off dan Workshop Konsolidasi Pengembangan Agribisnis Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisata di Kawasan Nikosake, proyek Resfonsive Innovation Fund (RIF), Kamis (3/5/2018) di Balai Serbaguna Desa Blimbing, Pupuan, Tabanan.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam RPJMN, Kabupaten Tabanan termasuk Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional (KPPN).

Special Dialogue Bersama Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti

(Baca Juga: Cara Pemkab Tabanan Kembangkan Kinerja ASN Terbaik)

"Dan Saya bangga, lima Desa dari kawasan KPPN tersebut, satu-satunya di Bali mendapatkan dana hibah dari Program Responsive Innovation Fund (RIF). Yang merupakan kerjasama dengan Bappenas dan Pemerintah Kanada sebagai Desa yang memilikki inovasi dalam bidang pertanian," kata Eka.

Dia menyatakan, lima Desa itu dibranding dengan nama kawasan "NIKOSAKE" dan sudah ditetapkan dalam keputusan Bupati tentang lokasi pembangunan kawasan Nikosake sebagai Pengembangan Agribisnis Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisata.

"Dilihat dari namanya, ini agak ke Jepang-jepangan. Semoga hasilnya bisa seperti di Jepang. Di sana Pemerintahnya sangat memperhatikan para petani. Dengan adanyan RIF ini, semoga petani di Tabanan bisa maju dan tambah sukses,” paparnya.

Bupati Eka juga menjelaskan dalam Tabanan Serasi Jilid II, ditetapkan arah kebijakan pembangunan. Salah-satunya adalah menggerakan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian dan pariwisata.

Bupati Eka juga mengharapkan dengan adanya kawasan Nikosake (Nira, Kopi, Salak dan Kelapa) ini, Desa Belimbing dengan Niranya, Munduktemu dengan kopinya, Wanagiri dengan potensi Salaknya dan Lumbung Kauh dengan kelapanya, disamping membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru (Generator Ekonomi). Namun diharapkan juga dapat memberikan Multiplier Effect bagi seluruh masyarakat Tabanan, dalam hal meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya Petani.

Pihaknya juga mengajak seluruh stake holders terkait, baik Pemerintah, kalangan pengusaha dan masyarakat agar dengan serius dan bersungguh-sungguh merencanakan konsep pengembangan kawasan. Sehingga upaya meningkatkan perekonomian dan kualitas hidup masyarakat menuju Tabanan Serasi bisa terwujud.

"Saya cuma penyambung lidah. Selanjutnya kita gotong-royong, bahu membahu, menggarap dengan serius dan bersungguh-sungguh dalam membangun Tabanan menjadi lebih baik lagi," ajak Eka.

"Dan Saya harapkan juga Tabanan bisa menjadi contoh. Dan petani Tabanan bisa menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri. Jadi raja di rumah sendiri, bukan menjadi orang asing," tegasnya

Sementara itu Senior Development Officer Global Affair Kanada, Jefry Ong, mengatakan bahwa kegiatan ini memang merupakan kerjasama antara Pemerintah Kanada dengan Pemerintah Indonesia untuk pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan bermitra dengan Bappenas.

(Baca Juga: Kabupaten Tabanan Raih Penghargaan Terbaik dalam Penyusunan RKPD Tahun 2018)

Dijelaskan juga bahwa RIF ini merupakan suatu komponen dari proyek ini. Dimana maksud dari kegiatan ini selain juga mendukung inovasi-inovasi kegiatan di tingkat lokal, juga digunakan untuk memfasilitasi koordinasi yang lebih baik ditingkat Pusat. Agar bisa mendukung kegiatan ekonomi di tingkat lokal.

"Memang kami disini juga belajar, agar kami bisa belajar tentang kearifan lokal yang ada disini (di Tabanan). Itu mejadi suatu modal besar bahwa semangat gotong-royong dan juga adanya hukum-hukum adat yang menjaga lingkungan sekitar. Saya rasa itu sudah modal yang sangat besar untuk membangun wilayah ini," jelas Jefry.

Dirinya menerangkan, yang bisa dilakukan oleh timnya adalah mendukung dan memfasilitasi pengembangan inovasi di Tabanan. Tentunya juga dengan dukungan seluruh stake holders yang ada di Tabanan ini, bagaimana bisa memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian di wilayah ini", jelasnya.

"Tentunya harapannya pengembangan ekonomi di wilayah (Nikosake) ini bisa memberikan dampak dan manfaat bagi pihak-pihak atau masyarakat yang masih tertinggal sebelumnya. Dan bisa membangun wilayah ini sendiri menjadi wilayah yang lebih mandiri," pungkas Jefry.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini