nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Eka Apresiasi Siswi SMKN 1 Tabanan yang Berhasil Raih Nilai Tertinggi se-Bali

Nurul Hikmah, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 17:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 04 340 1894554 bupati-eka-apresiasi-siswi-smkn-1-tabanan-yang-berhasil-raih-nilai-tertinggi-se-bali-z3QXFyiPRg.jpg Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (foto: Ist)

TABANAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya kepada siswa-siswi yang telah menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun di tingkat regional. Hal itu diungkapkannya saat menerima audiensi siswa-siswi berprestasi yang didampingi guru pendampingnya, di Kantor Bupati Tabanan, Jumat (4/5/2018).

Masing-masing dari SMKN 1 Tabanan, Ida Ayu Kade Dwi Uthary, dengan nilai Ujian Nasional SMK tertinggi di Bali, yakni 379,00. Dan Siswa-siswi Yayasan MA Al Irsyad Candikuning, Tabanan, Usamah Izzudin AlQosam dan Ahmad Andi Al Ma'ruf, yang mendapat juara II Tingkat Nasional dalam Lomba Karya Ilmiah Bidang Sumber Daya Manusia (SDA) untuk SMA/SMK/MA tingkat Nasional XI tahun 2018, makalah tentang teknologi pembuatan air minum alkali.

Special Dialogue Bersama Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti

(Baca Juga: Hardiknas, Wakil Bupati Tabanan Tekankan Pentingnya Perkuat Pendidikan bagi Daya Saing Bangsa)

“Saya selaku Wakil Pemerintah Kabupaten Tabanan sangat mengapresiasi generasi muda saya. Dan Saya sangat bangga atas prestasi yang didapatkan. Saya menaruh harapan besar, karena merakalah nantinya yang akan melanjutkan perjuangan bangsa. Generasi penerus yang memiliki segudang prestasi dan Saya yakin Tabanan kedepan akan semakin maju dan cerah serta semakin lebih baik lagi," kata Eka.

Dia mengungkapkan, kunci dari sebuah kesuksesan menurut dirinya adalah dengan berbuat, berdoa, bersyukur dan berbagi. Dirinya juga berpesan agar gantungkan cita-cita setinggi-tingginya.

“Kuncinya hanya satu. Berbuat terus, berdoa, bersyukur dan berbagi. Dalam artian, jangan pernah berhenti. Berbuat terus seperti kamu gayuh sepeda. Gayuh saja pasti akan sampai ke suatu tempat, ke satu tujuan. Tapi kamu jangan Tanya ini sampai dimana, dan tujuan mana. Ga usah Tanya, do the best, gayuh sekuat tenaga, semampumu dengan pikiranmu dengan kakimu, gayuh. Kalau kamu berhenti kamu akan jatuh,” paparnya.

“Jangan pernah lepas doa mu, karena doalah yang mengiringi kita ke jalan yang Tuhan tuju. Pasti Tuhan menunjukkan jalan yang benar, gak akan pernahditujukan pada jalan yang salah. Maka doa itu sangat penting,” sambung Eka.

Bupati juga berpesan kepada para pendidik agar lebih memperhatikan siswa-siswi yang mereka didik. Agar saat kelulusan tidak menjadi liar dijalanan dengan menampilkan aksi corat-coret seragam hingga konvoi di jalan-jalan umum.

Dia mengaku sangat prihatin jika ada generasi penerus bangsa mengalami kecelakaan saat konvoi di jalan. Karena mereka sangat berguna dan bermanfaat ke depannya sebagai tulang punggung Tabanan.

“Kalau memang mereka ingin merayakan, kita harus fokuskan di sekolah. Buatkan mereka panggung atau apa, jangan sampai di luar sekolah. Kalaupun keluar buatlah agenda persembahyangan, puji syukur kepada Tuhan bahwa masih ada masa depan yang harus diraih lagi. Bukan hanya tamat SMA saja sudah itu jadi jagoan, buka baju di jalan,” terangnya.

“Nah ini kan harus dijaga, nantinya kedepan kalau bisa kita arahkan yang lebih positif. Jangan sampai kedepan begitu lagi, jangan sampai seperti kejadian di medsos ada yang jatuh di jalan. Kan bukan itu tujuan kita sekolah, tujuan kita menyekolahkan anak kita kan untuk meneruskan cita-cita bangsa kita ini, cita-cita orang tuanya, cita-cita keluarganya, bermanfaat untuk lingkungannya, bermanfaat untuk dirinya sendiri,” urainya.

(Baca Juga: Pemkab Tabanan Raih Penghargaan Kinerja Program Imunisasi Terbaik Se-Indonesia)

Sementara itu Kepala SMKN 1 Tabanan I Wayan Sudarsana mengungkapkan dalam menghadapi UN pihaknya memberikan trik khusus kepada siswa siswinya yakni dengan belajar menggunakan metode Club atau komunitas yang suka dengan mata pelajaran, seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, dan Kejuruan.

“Club ini sudah terbentuk dari tahun 2013 yang lalu saat saya menjabat sebagai kepala sekolah. Yang bisa masuk dalam club ini awalnya adalah siswa – siswi yang niat berdaftar. Namun untuk bisa mendapatkan murid yang pas, siswa akhirnya disaring lagi. Sehingga siswa tidak hanya niat saja melaikan suka dan hobi dengan mata pelajaran yang ada di club,” pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini