nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dihadiri Ketum PBNU, 10 Ribu Massa Siap Ramaikan Tabligh Akbar Islam Nusantara

Mulyana, Jurnalis · Sabtu 05 Mei 2018 21:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 05 525 1894909 dihadiri-ketum-pbnu-10-ribu-massa-siap-ramaikan-tabligh-akbar-islam-nusantara-LfQyg26sHE.jpg Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sebanyak sepuluh ribu masyarakat dipastikan akan hadir memenuhi acara Gebyar Sholawat dan Tabligh Akbar Islam Nusantara yang berlangsung di Masjid Al-Muhlisin Desa Pamanukan, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Selasa 8 Mei.

Gebyar salawat dan Tabligh Akbar tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional diantaranya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj sebagai penceramah, Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih Maruarar Sirait, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pejabat daerah dan Ketua panitia pelaksana Asep Alamsyah.

Menurut Niko Rinaldo Sekretaris panitia, Tabligh Akbar tersebut akan dihadiri oleh masyarakat luas termasuk di dalamnya sejumlah komponen organisasi kemasyarakatan. Hadroh Al-Mubarok binaan Habaib Lutfi dari Pekalongan Jawa Tengah ikut memeriahkan tabligh akbar tersebut.

Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih yang juga politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengatakan ini merupakan kegiatan pertama kali dalam sejarah di mana diadakan tabligh akbar berbasis Nasionalis dan berbasis Religius dengan pemuda Ansor sebagai badan otonomnya NU.

"Sebagai komitmen GP Ansor dan Taruna Merah Putih dalam menghadirkan Islam rahmatan lil alamin. Dimana islam sebagai ajaran yang baik dan tak meninggalkan nilai-nilai budaya dan adat istiadat secara positif yang berkembang di Nusantara". ujarnya

Kegiatan ini juga menurut Maruarar bertujuan untuk menjaga tolerasi termasuk islam itu sendiri didalamnya, Jadi kami melihat situasi kebangsaan satu sama lain anak bangsa walau berbeda politik dan mazhab tapi kami saling saling mengisi dan senantiasa menjaga persatuan bangsa.

"Dengan gebyar Islam Nusantara ini semoga nilai kebaikan dari Pancasila bisa menjadi perekat akan terus mempersatukan perbedaan tersebut. Semoga kedepan kondisi bangsa Indonesia semakin sejuk dan semua bersaudara walau berbeda-beda pilihan politiknya," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini