Cuma Andalkan APBN, Sri Mulyani Dorong Kampus Lakukan Kerjasama dengan Swasta

Giri Hartomo, Okezone · Senin 07 Mei 2018 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 07 65 1895396 cuma-andalkan-apbn-sri-mulyani-dorong-kampus-lakukan-kerjasama-dengan-swasta-7whz83EosW.jpg Foto: Sri Mulyani Dorong Kampus Kerjasama dengan Swasta (Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong agar kampus-kampus menggandeng swasta untuk mengembangkan kualitas dari pendidikannya. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan cara Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Menurutnya, jika berdasarkan dana alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), maka pihak kampus Indonesia akan kesulitan untuk mengembangkan pendidikan. Karena berdasarkan konstitusi, alokasi anggaran untuk pendidikan sudah ditetapkan sebesar 20%.

"Meskipun tidak pemerintah meningkatkan investasi di SDM, tapi bapak dan ibu membuka ruangan pihak swasta untuk terlibat," ujarnya saat ditemui di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jakarta, Senin (7/5/2018).

 

Menurutnya, kerjasama dengan skema KPBU bisa dijalankan dengan menggandeng Rumab Sakit (RS) di masing-masing daerah. Ataupun lanjut dia, kampus-kampus juga bisa menyediakan space-space di kampus agar pihak swasta bisa masuk dan membantu pendanaan dalam mengembangkan kampusnya.

"KPBU misalnya dengan rumah sakit. Atau menyediakan space-space di KPUD. Saya enggak bilang boleh komersialisasi tapi diharapkan uangnya itu Anda bisa menunjang aktivitas di kampus," jelasnya.

Meskipun mendukung upaya komersialisasi, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berpesan agar anggaran yang didapat bisa digunakan dengan maksimal. Jangan sampai anggaran yang didapat dari skema KPBU tersebut berjalan dengan cuma-cuma tanpa adanya perubahan perubahan.

 

Selain itu, dirinya juga meminta agar laporan keuangan dari masing-masing kampus bisa di buat secara jelas. Jangan sampai, ada indikasi penyelewanhan-penyelewangan dana bantuan dari swasta yang dilakukan oleh oknum kampus.

"Yang saya enggak setuju yang mengkomersialkan tapi enggak jelas buat apa. Lagi-lagi ini adalah tentang komitmen," ucapnya.

Di sisi lain lanjut Ani sapaan akrab Sri Mulyani, dirinya juga berpesan agar Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi bisa benar-benar mengatur alokasi anggarannya. Jangan sampai alokasi anggaran Rp444 triliun pada tahun ini terbuang dengan percuma.

"Jadi sayaungkin akan tutup dengan mengatakan jika Presiden Jokowi memiliki komitmen yang nyata. Beliau ingin mengejar ketertinggalannya SDM. Indonesia sudah memiliki pondasi yang bagus anggaran alokasi 20% dari APBN," kata Ani.

 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini