Lewat Rakernas, Hanura Kuatkan Dukungan untuk Jokowi di Pilpres 2019

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Selasa 08 Mei 2018 08:37 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 08 340 1895677 lewat-rakernas-hanura-kuatkan-dukungan-untuk-jokowi-di-pilpres-2019-L5pYvO4Qnk.jpg Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Hanura yang akan dilaksanakan dua hari Selasa (8-9/5/2018) yang dilaksanakan di Pekan Baru, Riau, menjadi momentum untuk melakukan pembenahan dan rumusan program kerja partai.

Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Benny Pasaribu mengatakan, fokus Rakernas Partai Hanura merumuskan program kerja untuk pileg dan pilpres serta konsisten untuk mendukung Joko Widodo mnjadi presiden dua periode.

“Jadi kita Partai Hanura dari awal konsisten mendukung Joko Widodo menjadi presiden yang akan mendatang tahun 2019-2024,” kata Benny di Riau, Selasa (8/5/2018).

Mengambil tema, “Membangun Daerah Menuju Indonesia Yang Bermartabat". Rencananya akan dibuka langsung Presiden Jokowi, juga dihadiri Mendagri, Menteri Hukum dan HAM, Kapolri, Panglima TNI, dan KPU.

(Baca Juga: Jokowi Akan Melakukan Kunjungan ke Riau, Ini Agendanya)

Dikatakan Benny, Rakernas Partai Hanura mempunyai tiga agenda, di antaranya, memastikan seluruh kader Partai Hanura dari pusat ke daerah dapat memahami ideologi, visi dan misi yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika yang membangun daerah untuk Indonesia beradab.

Kedua, Hanura ingin kader sudah mengaktifkan struktur dan jaringan partai dari pusat ke cabang hingga ranting.

“Ketiga, memastikan tokoh dan kader partai caleg baik legislatif maupun eksekutif baik dari pusat hingga kabupaten/kota betul-betul siap dalam pilpres nantinya,”tuturnya

Dalam rakernas, Hanura akan merancang strategi partai untuk menfokuskan pada ketokohan baik di tingkat nasional maupun di daerah.

“Strategi partai ini akan memperkuat di basis partai, baik ketokohan di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten,” imbuhnya.

Partai Hanura menargetkan pada Pileg tahun 2019 akan memperoleh 12 juta suara pemilih dan menjadi partai menengah di Indonesia.

“Jadi tahun 2014 kita peroleh 6,5 juta suara, itu sekitar 5,2 persen. Bila kita double saja jadi 12 persen saja itu cukup realistis. Semua jaringan partai dari pusat hingga ranting bekerja keras. Sekarang tingkat PAC sudah 100 persen terbentuk dan untuk ranting dan anak ranting sudah terbentuk 50 persen,” pungkasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini