nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Paslon Wali Kota Subulussalam Tebar Pesona saat Debat Kandidat

Khalis Surry, Jurnalis · Selasa 08 Mei 2018 17:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 08 340 1895928 5-paslon-wali-kota-subulussalam-tebar-pesona-saat-debat-kandidat-AqsJ0ReBCZ.jpg

BANDA ACEH - Lima pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Subulussalam berdebat di Gedung DPRK Subulussalam, Aceh. Debat publik itu disiarkan langsung secara nasional di iNewsTV, Selasa (8/5/2018).

Kelima paslon tersebut yakni nomor urut 1 Jalaluddin-Wagiman; nomor 2 Sartina-Dedi Anwar Bancin; nomor 3 Asmauddin-Asmidar; nomor 4 Anasri-Sabaruddin; dan nomor 5 Affan Alfian Bintang-Salmaza.

Dalam debat yang berlangsung satu jam dari pukul 15.00 WIB tadi, mereka memaparkan visi-misi serta program-program pembangunan Kota Subulussalam selama lima tahun jika terpilih pada Pilkada 2018. Mereka juga sepakat bertarung secara sehat, menjunjung pilkada damai. Usai berdebat, mereka pun mengajak masyarakat memilihnya.

Jalaluddin yang dapat kesempatan bertama mengatakan bahwa Kota Subulussalam butuh pemimpin yang merakyat, jujur, bisa melayani serta mengayomi masyarakat. "Pilih nomor satu.”

Cawalkot nomor 2 Sartina mengajak masyarakat memilihnya. Meski perempuan, dia optimis bisa membawa perubahan bagi Subulussalam, kota termuda di Aceh.

"Karena dunia telah membuktikan bahwa perempuan itu mampu walaupun bagaimana pun harus dihadapi. Tentu kami belum sempurna namun kami mempunyai komitmen dan berjanji untuk selalu melayani rakyat dengan sepenuh hati kami apabila Allah berkehendak kami menjadi pemimpin Kota Subulussalam ini. Kami juga sangat terbuka untuk masukan dan kritikan dari seluruh lapisan masyarakat demi kemajuan Kota Subulussalam lebih baik lagi," kata Sartina.

Sementara itu, cawalkot Asmauddin yang berpasangan Asmidar langsung menyerang petahana. Katanya, selama ini masyarakat Subulussalam sudah bosan dengan sikap yang dipertontonkan wali kota dan wakil wali kota yang tidak akur.

"Sudah bosan melihat dua periode kepemimpinan Kota Sublussalam periode, periode pertama laki-laki dan laki-laki, periode kedua juga laki-laki dan laki-laki yang asyik ribut, asyik ribut tidak pernah akur, sehingga lahir tata kelola pemerintahan yang PHP (pemberi harapan palsu)," katanya.

"Untuk itu kami muncul membentuk perubahan, kami imamnya laki-laki dan makmumnya perempuan. Insya Allah tugas wali kota dan wakil wali kota sudah jelas diatur, tidak ada PHP, tenang. Rakyat berada di belakang kita program kita jelas terukur untuk kepentingan rakyat banyak dan tidak dikotak-kotakkan," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini