nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Debat Publik, Khofifah Navigasi Program ke Pusat Grosir Surabaya

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 08 Mei 2018 04:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 08 519 1895624 jelang-debat-publik-khofifah-navigasi-program-ke-pgs-surabaya-Hr9mzyjARU.jpg Khofifah Indar Parawansa ke PGS Surabaya (Foto: Syaiful Islam)

SURABAYA - Menjelang pelaksanaan debat publik yang kedua, calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa melakukan navigasi program ke Pusat Grosir Surabaya (PGS), Senin (7/5/2018). Navigasi sendiri digelar untuk menyerap aspirasi dari para pedagang dan pengunjung.

Maklum pada debat publik kedua yang digelar KPU Jatim pada Selasa 8 Mei 2018 mengusung tema tentang Ekonomi dan Pembangunan. Sehingga dengan adanya blusukan itu, Khofifah bisa mengetahui permasalah-permasalahan di masyarakat jelang debat publik.

"Ini navigasi program untuk (debat publik) besok ekonomi ya kan (temanya pada debat kedua). Ya sambil jalan sambil melakukan navigasi program," terang Khofifah pada wartawan saat dikonfirmasi.

Jadi, kalau Nawa Bhakti Satya, sambung Khofifah, sesungguhnya UMKM itu 54 persen, supplier dari PDRB Jatim dari UMKM, maka memberikan penguatan. Dengan melakukan navigasi program yang sedang berjalan, dirinya mencoba melengkapi dari seluruh perencanaan-perencanaan program yang telah dimiliki.

Kemudian sambil melengkapi untuk melakukan pendalaman dan pengayaan. Transaksi perdagangan di PGS sendiri cukup bagus, dan tempatnya juga nyaman. Berbeda dengan TPS (tempat penampungan sementara) Pasar Turi yang bangunannnya mulai bocor.

"Kalau kita ingin pertumbuhan ekonomi di Jatim paling tinggi, maka seluruh sektor yang memungkinkan pertumbuhan harus berjalan dengan baik. Termasuk di dalamnya membuka lapangan kerja, kita bisa bandingkan antara TPS Pasar Turi dan PGS, betapa banyak sebetulnya karyawan yang telah di-PHK selama 12 tahun," ungkapnya.

Sehingga perlu menyiapkan format yang baik untuk bisa terus mendukung pertumbuhan ekonomi di Jatim, dengan memperhatikan bagaimana rekrutmen karyawan, kehidupan transaksi yang ada, dan termasuk didalamnya suplai untuk Indonesia bagian timur.

"Oleh karena itu, transaksi perdagangan akan bisa tumbuh dengan baik," tandas Ketua Umum Muslimat NU ini.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini