Muntah saat Ujian, Peserta Ini Harus Ikuti SBMPTN di Luar Ruangan

Khalis Surry, Okezone · Selasa 08 Mei 2018 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 08 65 1895761 muntah-saat-ujian-peserta-ini-harus-ikuti-sbmptn-di-luar-ruangan-FC2xURlQe5.jpg Salah Seorang Peserta SBMPTN di Unsyiah Ujian di Luar Ruangan karena Sakit (foto: Khalis Surry/Okezone)

BANDA ACEH - Sebanyak 15.363 orang peserta mengikuti ujian masuk perguruan tinggi melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018. Hal itu disampaikan Ketua Panitia Lokal Wilayah Banda Aceh, Dr. Hizir Sofyan di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Selasa (8/5/2018).

Hizir mengatakan, pelaksanaan SBMPTN pada 2018 wilayah Banda Aceh melibatkan 3 universitas, yakni Univesitas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, dan Istitut Seni Budaya Indonesia Aceh. Menurutnya, pelaksanaan berjalan dengan lancar, semua peserta mengikuti ujian dengan baik.

SBMPTN 2018Suasana SBMPTN di Unsyiah, Aceh (foto: Khalis Surry/Okezone)

(Baca Juga: Temani Anak SBMPTN, Orangtua Datang Subuh Berbekal Optimistis)

"Alhamdulillah pelaksanaan SBMPTN tahun 2018 ini berjalan dengan lancar terutama untuk Panlok (Panitia Lokal) di Banda Aceh. Panlok di Banda Aceh melibatkan Unsyiah, UIN Ar-Raniry dan ISBI Aceh di Kota Jantho Aceh Besar. Di bawah Panlok Banda Aceh juga ada sub Panlok di Universita Teungku Umar, Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, sekirat 1.500-an peserta yang mengikutinya," kata Hizir kepada Okezone.

Pengamatan Okezone, pelaksanaan ujian berlangsung di ruangan kelas di fakultas di beberapa perguruan tinggi di Banda Aceh. Peserta semua memasuki ruangan untuk mengikuti ujian. Tidak ada calon mahasiswa yang mengikuti ujian di rumah sakit. Semua mahasiswa mengikuti ujian di rungan yang telah ditentukan pada kartu ujiannya.

"Tahun ini tidak ada yang tes di rumah sakit. Dua tahun yang lalu kita ada (peserta ujian di rumah sakit) kebetulan dia kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit, dan ada yang menemani pengawas dari kita saat dia ujian," ujar Hizir.

Sementara terlihat di salah satu ruang ujian di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah. Seorang calon mahasiswa harus mengikuti ujian di luar ruangan. Tepatnya di samping pintu masuk ruang ujian lantai satu.

Peserta itu diketahui sedang sakit, sejak ujian sesi pertama pada pukul 07.30 WIB, dirinya mengalami muntah, sehingga harus mengikuti ujian di luar ruangan.

"Dia sakit dari pagi tadi. Dia muntah saat mengikuti ujian. Jadi kami sudah lapor dan minta izin ke Panlok untuk ujian di luar ruang. Jadi dia ruang ujian lantai dua, kan susah untuk turun-naik kalau muntah. Makanya turun ke lantai satu dan ujian di luar ruang," kata Tim Monitoring Ujian, Suwandi Wiyono.

"Ujian sanggup, tapi pusing, muntah-muntah, lemas lagi. Kalau ujian sanggup," kata Auli Rahmana, peserta ujian yang sakit saat ditanyai.

Untuk 2018, Unsyiah akan menampung hampir 6.000-an mahasiswa. Tentu kata Hizir, dari tiga jalur seleksi penerimaan yakni SNMPTN dengan kuota 30 persen, kemudian SBMPTN dengan kuota 40 persen dan jalur penerimaan terakhir yakni SNMMPTN yang berkuota 30 persen, ujiannya akan dilaksanakan pada Juli mendatang.

SBMPTN 2018Suasana SBMPTN di Unsyiah, Aceh (foto: Khalis Surry/Okezone)

(Baca Juga: Peserta SBMPTN Gugup: Deg-degan dan Takut dengan Soal)

Untuk pelaksanaan ujian SBMPTN, kata Hizir, ada sedikit perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya ada soal yang dijawab benar maka nilainya plus empat. Dan jika salah maka akan minus satu. Sedangkan tahun ini, jika peserta menjawab tapi salah makan nilainy nol, tidak menjawab juga nol.

"Tetapi kalau benar ada soal-soal yang ada bobotnya. Terkadang bobot soal ada yang sulit, sedang, mudah kita bagi tiga, mana soal bobot mudah, sedang, dan sulit kita tidak tahu persis tentunya sistem akan menilai nantinya sehingga mendapatkan nilai terbaik dari seluruh peserta ikut dan sesuai dengan passing gradenya dan lulus di prodi yang mereka ingin kan," pungkas Hizir.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini