Image

Tekad Penyandang Difabel Ikut SBMPTN demi Raih Mimpi Jadi Dubes

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Selasa 08 Mei 2018 19:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 08 65 1895973 tekad-penyandang-difabel-ikut-sbmptn-demi-raih-mimpi-jadi-dubes-B9spI5URIO.jpg Aulia Bening Safira, Peserta Disabilitas SBMPTN di UI yang Semangat Demi Meraih Mimpi Jadi Dubes (foto: Wahyu M/Okezone)

DEPOK- Bercita citalah setinggi langit mungkin pribahasa yang tepat untuk Aulia Bening Safira (18). Seorang wanita muda yang mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Meski berkebutuhan khusus atau difabel dia tetap semangat dan tak pantang menyerah mengejar impianya menjadi seorang duta besar (dubes).

Segala usaha dan doa sudah Aulia jalankan agar lulus dalam mengikuti ujian SMBPTN di Universitas Indonesia dan meneruskan kuliah di Uneversitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta mengambil jurusan Hubungan Internasional.

Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2018 di Sejumlah Daerah di Tanah Air

(Baca Juga: Hasil Ujian SBMPTN 2018 Diumumkan Selasa 3 Juli 2018)

"Saya mau kuliah di UGM dan ambil jurusan Hubungan Internasional karena saya mau jadi Duta Besar," kata Aulia sebelum ujian berlangsung di Fakultas Hukum UI Depok, Selasa (8/5/2018).

Bukan tanpa alasan, Aulia memilih jurusan Hubungan Internasional, menurutnya ada sejumlah permasalahan kelompok termasuk diskriminasi yang belum terselesaikan dan harus diperbaiki.

"Ada kelompok yang masih didiskriminasi, saya ingin merubah itu, makannya saya ngambil jurusan Hubungan Internasional," ucapnya.

Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2018 di Sejumlah Daerah di Tanah Air

Ia mengungkapkan, masih banyak orang yang melakukan tidakan diskriminasi terhadap suatu kelompok minoritas terutama kaum disabilitas atau berkebutuhan khusus. Meski dirinya tidak pernah mendapatkan tindakan itu, namun untuk sebagian orang yang menyandang kebutuhan khusus masih sering terjadi di masyarakat.

"Saya tidak mengalami diskriminasi terhadap kebutuhannya, tapi ada sejumlah kelompok yang merasakan diskriminasi dalam berbagai macam hal," tuturnya.

(Baca Juga: Cerita 2 Tuna Netra di Aceh Antusias Ikuti Ujian SBMPTN 2018)

Menurut Aulia, untuk meraih sebuah impian tidaklah mudah seperti membalikan telapak tangan semuanya membutuhkan pengorbanan. Ia mengaku, untuk sampai di Universitas Indonesia harus menempuh jarak puluhan kilometer, dengan menggunakan mobil bersama orangtuanya.

"Saya tinggal di Tambun Bekasi datang sama orang tua naik mobil. Tadi berangkat dari rumahnya jam 05.00 WIB dan tiba pukul 07.00 WIB. Persiapan ujiannya ibadah, berdoa, dan belajar," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini